Perajin Sangkar Burung Bambu di Bangli Rindukan Perhatian Pemerintah

SANG Gede Jati, perajin sangkar burung asal Banjar Peninjoan, Tembuku, Bangli. Dia sangat berharap Pemkab Bangli mau memperhatikan nasibnya agar bisa bersaing dengan produk luar Bali. Foto: gia
SANG Gede Jati, perajin sangkar burung asal Banjar Peninjoan, Tembuku, Bangli. Dia sangat berharap Pemkab Bangli mau memperhatikan nasibnya agar bisa bersaing dengan produk luar Bali. Foto: gia

BANGLI – Sebagai pusat penghasil bambu, banyak terdapat perajin anyaman bambu di Kabupaten Bangli. Salah satu yang masih eksis dan memiliki nilai jual tinggi yakni sangkar burung di Kecamatan Tembuku.

Selain bahan baku relatif mudah didapat, menganyam bambu jadi kegiatan harian Sang Gede Jati (44), warga Banjar Peninjoan, Tembuku. Dikunjungi pada Senin (14/12/2020) dia menuturkan, usaha ini sudah dirintis sejak puluhan tahun lalu. Jebolan SMA TP 45 Bangli ini sudah melanglang buana bekerja khusus di bidang bambu.

Read More

Sebelumnya dia pernah kerja sebagai buruh pembuat kursi bambu di Denpasar, tapi tahun 2002 kondisi perekonomian Bali terpuruk, dan pulang ke Bangli menjadi buruh bangunan. Khusus membuat sangkar burung tetap dilakoni saat istirahat dari sore sampai malam untuk menambah penghasilan, kadang juga membuat rindik jika ada pesanan. Dia berkisah, menekuni anyaman sangkar burung dilakoni sejak masih di SMA. Karya tangannya juga acapkali dipamerkan oleh sekolahnya.

Dia memilih bahan bambu, karena tidak mudah patah. Selain pasar lokal Bangli, anyamannya juga banyak dipesan dari Gianyar, Klungkung, Denpasar, sampai Tabanan. Harganya dari yang paling kecil sampai terbesar di kisaran Rp60 ribu s.d. Rp250 ribu, dengan bahan bambu petung, tali, jajang dan ampel.

Karena merupakan usaha mandiri, dia kini kesulitan menghadapi kendala pemasaran serta modal usaha untuk optimalisasi usaha. Meski di Bangli hanya dia yang menggeluti usaha sangkar burung, dia sangat berharap Pemkab Bangli mau memperhatikan nasibnya agar  bisa bersaing dengan produk luar Bali. “Sampai saat ini belum pernah ada bantuan pemerintah, semua alat-alat saya beli sendiri,” cetusnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.