DENPASAR – “Saya hanya menjalankan kewajiban sebagai tuan rumah yang baik. Rekan-rekan Brimob ini bertugas pengamanan dan kebetulan menginap di kantor, maka saya wajib menemui dan menyambut mereka,” kata Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dihubungi usai bertemu dengan pasukan Brimob di aula belakang kantor DPRD Bali, Kamis (10/11/2022).
Ratusan personel Brimob gabungan dari Polda Bali dan Polda lain yang diperbantukan itu, merupakan bagian dari tim pengamanan KTT G20 yang dilangsungkan di Nusa Dua, Badung.
Saat ngobrol akrab dengan sebagian korps baret biru yang dipimpin AKP Wayan D. W. Regama itu, Adi menitip pesan agar mereka menjaga panggung KTT G20 dengan optimal. Sebab, menjaga keamanan hajatan yang dihadiri para kepala negara, kepala pemerintahan dan pengusaha itu merupakan kehormatan sekaligus tantangan.
Bila sukses, tentu akan berimbas kepada pengakuan dan nama baik Bali sebagai daerah yang aman dikunjungi. “Kesuksesan itu bergantung dari tingkat keamanan rekan-rekan aparat, termasuk Brimob yang ada di sini,” papar politisi senior PDIP tersebut.
“Mereka dititip resmi di sini, suratnya beberapa hari lalu, cuma baru hari ini (kemarin) saya bisa bertemu mereka dan komandannya. Saya ingatkan agar jaga kesehatan juga,” sambungnya.
Lebih jauh diutarakan, dia menyilakan Brimob menggunakan fasilitas apapun yang ada di DPRD Bali untuk bertugas dengan baik menjaga KTT G20. Apapun bentuk kegiatan peserta KTT G20 di Bali, semua itu merupakan kehormatan dan tantangan untuk semua di Bali.
“Dasarnya adalah keamanan, kalau tercoreng sedikit berarti kita gagal. Kita tidak mau gagal, keamanan harga mati, harga mutlak,” seru Bupati Tabanan periode 2000-2010 itu.
Keamanan, ulasnya, rentan dengan situasi politik. Jika keamanan kacau maka politik juga hancur. Bersama unsur pimpinan lain, jelasnya, DPRD Bali mufakat untuk tidak menerima aspirasi dalam bentuk keramaian dari tanggal 10 s.d. 20 November. Jika aspirasi ingin melibatkan orang banyak disilakan di atas tanggal 20 November.
“Termasuk apapun itu, baik adat atau apapun, karena itu rentan memancing. Apalagi yang anarkis seperti (demo) Irian, saya titip Brimob sikat aja kalau ada yang ngacau kantor DPRD ini, karena itu akan memancing,” lugasnya.
Bahwa DPRD Bali adalah rumah rakyat, Adi Wiryatama membenarkan. Hanya, imbuhnya, tidak elok juga jika kemudian penyampaian aspirasi sengaja memilih waktu ketika anggota Dewan tidak ada di tempat. Misalnya janji datang pukul 10.00, mereka ngaret dan baru datang pukul 14.00.
“Lalu datang baleganjur, bilang bahwa DPRD sepi tidak ada siapa, mereka foto foto. Itu kan meremehkan Dewan, tidak boleh dicoreng hal kecil berupa demo. Saya titip jaga juga itu ke rekan-rekan Brimob jaga rumah rakyat yang juga rumah politik ini,” cetusnya.
Pesan lain, Adi Wiryatama berharap KTT G20 aman dan lancar demi menjaga harkat-martabat bangsa di mata dunia. Apalagi topik KTT G20 membahas pemulihan ekonomi dan Covid-19 secara global, pun menata keamanan dunia secara keseluruhan di tengah konflik antarnegara. Ditambah 17 kepala negara konfirmasi hadir, termasuk dua raksasa yakni Amerika Serikat dan China.
“Itu luar biasa, mungkin nanti 20 kepala negara hadir, belum peninjau lain, ada ratusan orang penting di Bali. Minimal perdana menteri, menteri luar negeri, dan ratusan pengusaha besar,” ulasnya.
Disinggung persiapan sejauh ini, Adi Wiryatama mengapresiasi langkah Gubernur Koster yang jauh-jauh hari menyosialisasikan ke publik di Bali. Sampai kepentingan orang bepergian dan melakukan upacara di kawasan sekitar lokasi KTT G20 juga diatur dan disesuaikan.
“Belum lagi kita sudah lakukan ritual secara Hindu dengan doa oleh 1.000 pendeta, juga dari lintas agama untuk mendoakan keamanan acara ini. Pendek kata, secara sekala- niskala, lahir dan batin, kita sudah siapkan sejak jauh hari,” katanya memungkasi. hen























