Penuhi Modal Inti Rp3 T, DPRD Minta Bank NTB Syariah Gandeng Bank Daerah

ANGGOTA Komisi III DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar. foto: ist

MATARAM – PT Bank NTB Syariah masih berusaha mencari dana segar dari pihak ketiga untuk memenuhi modal inti Rp3 triliun, seperti yang disyaratkan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Setiap bank harus memenuhi modal inti pada Desember 2024 mendatang.

Terkait perjuangan itu, Komisi III DPRD NTB menyarankan Bank NTB Syariah menggandeng sesama bank daerah dari provinsi lain sebagai solusi. Terlebih, bank milik daerah ini berencana menawarkan sahamnya kepada investor swasta untuk pemenuhan modal inti. Sangat mungkin manajemen Bank NTB Syariah bermitra dengan Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Hanya, belum ada kesimpulan akhir dengan yang mana kerja samanya. “Tapi, kalau saya lihat, yang sangat dekat komunikasinya dengan Jawa Timur, karena sudah ada kerjasama dengan Bank NTB Syariah. Jadi, tinggal melanjutkan saja,” ujar anggota Komisi III DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar, Selasa (10/1/2023).

Politisi PPP itu menuturkan, kerjasama yang dilakukan ini tidak perlu terlalu besar. Yang penting cukup untuk memenuhi syarat sekira Rp100 miliar s.d. Rp200 miliar. Walaupun nilai investasinya tidak terlalu besar, tapi domainnya tetap pada Bank NTB Syariah.

Baca juga :  Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 2 Orang, 1 Orang Pekerja Migran, 1 Orang Ditulari Suaminya

Awalnya, lanjut dia, NTB sedikit khawatir apabila Bank NTB Syariah bergabung dengan bank-bank besar dari luar daerah. Tetapi jika tidak dilakukan, modal inti tidak akan bisa terpenuhi. “Satu-satunya jalan, diberikan jalan untuk bergabung dengan salah satu perbankan (Jabar, DKI Jakarta dan Jawa Timur) itu,” tegasnya.

Menurutnya, perbankan dari luar daerah tidak akan menguasai manajemen atau bahkan mengganggu sistem dari Bank NTB Syariah. Sebab, yang ada justru sikap berbagi rasa. Makanya dia minta dana yang dikucurkan tidak terlalu besar, yang penting sudah bergabung dengan perbankan besar saja.

Di kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, mengatakan, untuk memenuhi modal inti, manajemen sedang mengatur skema penawaran saham kepada perusahaan swasta maupun individu.

Salah satunya Pemkab Lobar sedang mengajukan penambahan penyertaan modal untuk Bank NTB Syariah, dan kini tinggal menunggu persetujuan DPRD Lobar. “Jika penyertaan modal dari Lobar masuk, maka dividen bisa mencapai dua kali lipat,” paparnya.

Kukuh menjelaskan, saat ini modal inti Bank NTB Syariah baru Rp1,7 triliun atau baru 57 persen dari yang disyaratkan oleh OJK senilai Rp3 triliun. Nilai aset Bank NTB Syariah Rp13,3 triliun, sedangkan pembiayaan yang disalurkan Rp8,6 triliun, dan laba mencapai Rp132 miliar.

Dia berharap strategi untuk pemenuhan modal melalui pihak ketiga yang didiskusikan dengan perwakilan pemegang saham dan Biro Ekonomi Provinsi NTB, dapat berjalan dengan baik. “Dan, bisa tercapai sesuai yang diinginkan bersama,” cetusnya memungkasi. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.