Pendataan Keluarga di Desa Sawan Lancar, DPR RI Dorong Lebih Banyak Kampung KB

  • Whatsapp
SOSIALISASI Penguatan PK dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Mitra Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Kepala Desa Sawan, Senin (3/5/2021). Foto: ist
SOSIALISASI Penguatan PK dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Mitra Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Kepala Desa Sawan, Senin (3/5/2021). Foto: ist

BULELENG – 842 kepala keluarga yang masuk kelompok sasaran program Pendataan Keluarga (PK) 2021 di Desa/Kecamatan Sawan, Kabupeten Buleleng, mendukung penuh PK yang telah berlangsung sejak 1 April hingga 31 Mei 2021. Kader pendata relatif tidak menemui kendala saat mendata karena desa ini tergolong kecil, terdiri dari tiga banjar, dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat.

Penduduk Sawan juga memberikan data yang sebenar-benarnya kepada kader dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Demikian dikatakan Perbekel Sawan, Nyoman Wira, di sela kegiatan Penguatan PK dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Mitra Komisi IX DPR RI, di Aula Kantor Kepala Desa Sawan, Senin (3/5/2021).

Bacaan Lainnya

Wira mengucapkan terima kasih kepada BKKBN Pusat hingga perwakilan provinsi dan kabupaten atas perhatiannya kepada warga Sawan. Ucapan terima kasih juga ditujukan untuk anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, yang juga putra Buleleng.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus P. Proklamasi, menjelaskan, kegiatan PK di Buleleng terkendala blank spot di sejumlah titik, mengingat demografi Buleleng yang dikelilingi perbukitan. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Buleleng dan pusat.

Baca juga :  Operasi Yustisi Dapati Warga Tidak Pakai Masker

‘’Akhirnya ada jalan keluar untuk daerah blank spot. Kader mendata secara manual di formulir, lalu setelah tiba di daerah signalnya kuat, barulah di-input datanya lewat online,’’ kata Agus.

Plt. Deputi Bid Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, MSc. Dip. Com., membeberkan, secara nasional, BKKBN menargetkan 75 juta sasaran pendataan. Namun, selama satu bulan berjalan, baru 27 juta yang masuk ke sistem. ‘’Kekurangan ini harus kita kejar dengan sisa waktu sampai 31 Mei,’’ jelasnya.

Dia mengakui, blank spot di berbagai wilayah di Indonesia menjadi kendala tersendiri. Karenanya, dia meminta para kader lebih bekerja keras lagi. Lebih lanjut, Dwi Listyawardani memuji Bali sebagai daerah yang paling sukses menerapkan KB sejak awal progam ini diluncurkan tahun 1970-an. Penduduk Bali juga tetap melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Pada kesempatan yang sama, Kariyasa Adnyana memotivasi warga Sawan agar tetap semangat menjalani kehidupan di tengah himpitan badai Covid-19. Ia menegaskan, semua lapisan tengah menghadapi kondisi yang sama.

Kariyasa Adnyana tak pernah lelah agar masyarakat Sawan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dengan demikian, perekonomian pun kembali seperti semula.

‘’Jangan sampai seperti India. Awalnya mereka dianggap sukses mengendalikan Covid-19, hingga akhirnya warganya lalai, dan sekarang terbukti ribuan nyawa melayang tiap hari,’’ ujarnya mengingatkan.

Baca juga :  Serahkan Bantuan APD, Gibran Ngaku dapat Pesan Khusus Gubernur Jateng

Sebagai wujud simpati kepada masyarakat, Kariyasa Adnyana menyerahkan ratusan paket bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat setempat. Kariyasa lantas mendorong lebih banyak lagi tercipta Kampung KB agar bisa menyerap anggaran pemberdayaan masyarakat. rls

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.