Pendaftaran Siswa Baru di Sekolah Swasta Masih Landai, Orang Tua Berharap Ada Peluang Masuk Negeri

  • Whatsapp
PENDAFTARAN siswa baru di SMP Dwijendra Denpasar. Sampai Selasa (29/6/2021), pendaftaran siswa baru di sekolah swasta di Denpasar masih landai. Foto: ist
PENDAFTARAN siswa baru di SMP Dwijendra Denpasar. Sampai Selasa (29/6/2021), pendaftaran siswa baru di sekolah swasta di Denpasar masih landai. Foto: ist

DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar akan mengumumkan hasil resmi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri tahun pelajaran 2021/2022, pada Kamis (1/7/2021). Jalur PPDB yang diumumkan adalah jalur zonasi (kategori umum dan dampak Covid-19), afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali.

Secara sistem daring lewat menu jurnal sementara dalam website PPDB, sejak awal pendaftaran sebelum pengumuman resmi, dugaan untuk dapat diterima di SMP negeri tertentu sudah dapat dibaca.  Orang tua siswa yang mengetahui anaknya sudah tidak ada pada menu jurnal sementara PPDB sudah mulai mendatangi sekolah swasta untuk mendaftarkan anaknya.

Bacaan Lainnya

Hanya saja, pantauan di beberapa sekolah swasta, Selasa (29/6/2021) pendaftaran masih landai. Belum tampak ada serbuan masyarakat yang mendaftarkan anaknya di sekolah swasta.

Made Yasa, salah satu orang tua siswa yang mengaku nama anaknya sudah hilang dalam jurnal sementara PPDB karena nilainya terdepak, masih berharap anaknya bisa diterima di SMP negeri. ‘’Saya sangat berharap anak bisa bersekolah di negeri. Tapi apa boleh buat nilai kecil, akhirnya nama anak tiang (saya) hilang. Mau tak mau sekarang hanya bisa sekolah di swasta,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Laporan Dana Kampanye Paslon Idealnya Sesuai Kenyataan

Dalam kondisi Covid-19 seperti saat ini, kata dia, semua sudah berat, dan jangan dibuat berat lagi. Ia berharap ada kebijakan dari pemerintah memberi kesempatan bersekolah di negeri. ‘’Untuk bayar sekolah di swasta saya masih mampu kendati harus ngutang dulu, tapi setelah itu keluarga kami tak bisa makan,’’ aku Made Yasa yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan.

Secara terpisah, Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Made Raditya Berata, mengungkapkan, calon siswa sudah mulai ada yang datang ke sekolah untuk mendaftar. Hanya saja, calon siswa yang mendaftar ulang baru puluhan siswa dari 250 calon siswa yang mendafar.

Ia memprediksi masih lambatnya pendaftaran di swasta disebabkan masyarakat masih menunggu pengumuman resmi calon siswa yang diterima di sekolah negeri melalui jalur zonasi. Dugaan lain, lulusan SD di Denpasar yang ber-KK luar Kota Denpasar banyak memilih pulang kampung dan melanjutkan pendidikan anaknya di kampung karena terkendala ekonomi dampak dari pandemi Covid-19.

Raditya Berata menyampaikan, pada PPDB tahun ini SMP PGRI 5 Denpasar tidak memungut biaya pendaftaran alias gratis. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Agung Gg. Indus No. 8, Denpasar yang dikenal tertib, disiplin dan berprestasi ini juga memberikan diskon khusus 25 persen.

‘’Biaya PPDB hanya Rp1.850 ribu termasuk uang gedung dan uang pakaian serta dapat diangsur dua kali. Kita buka pendaftaran sampai kuota terpenuhi,’’ serunya.

Baca juga :  Mas Sumatri dan Determinasi Emansipatoris Perempuan Bali

Masih landainya pendaftaran siswa baru di sekolah swasta juga diakui Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Ketut Budayasa. Ia mendaku dari 300 pendaftar, baru 90 calon siswa yang mendaftar ulang. ‘’Kami tetap sabar menunggu pendaftaran siswa baru, sampai kuota terpenuhi,’’ ucapnya lirih.

Ia mengungkapkan, keberadaan sekolah swasta diharapkan tidak lagi menjadi pilihan kedua, terlebih sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mensukseskan program wajib belajar. Budaysa menegaskan, sudah seharusnya pemerintah memikirkan pemberdayaan sekolah-sekolah swasta agar tetap eksis beriringan dengan sekolah negeri bersama-sama memajukan kualitas pendidikan, dalam upaya menciptakan lulusan bermutu. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.