Lidartawan Akui Ada Ego Sektoral di Proses PDB, Kekeliruan DPT Bisa Berujung Batu Nisan

  • Whatsapp
LIDARTAWAN (kanan) menyerahkan berita acara kepada Rudia usai Rakor PDPB di KPU Bali, Selasa (29/6/2021). Foto: ist
LIDARTAWAN (kanan) menyerahkan berita acara kepada Rudia usai Rakor PDPB di KPU Bali, Selasa (29/6/2021). Foto: ist

DENPASAR – Tengara Bawaslu RI masih ada ego sektoral antara Bawaslu, KPU dan Disdukcapil dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih (PDB), diakui Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Hal itu sulit dielakkan, karena memang semua lembaga memiliki pemahaman yang berbeda atas satu persoalan yang ada.

“Iya, kondisi (ego sektoral) itu ada. Sampai sekarang pun antara KPU sampai DKPP tidak satu pemahaman,” terangnya usai Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Selasa (29/6/2021).

Bacaan Lainnya

Meski aura ego sektoral ada, dia berkata itu galibnya terjadi di pusat Jakarta saja. Sejak mengampu Ketua KPU Bali, Lidartawan mengklaim selalu menerapkan kerjasama, bukan sekadar sama kerja dengan Bawaslu dan instansi lain. Misalnya ketika PDB untuk Pilkada 2020 silam, dia mengajak Bawaslu dan parpol di Bali agar tidak gugatan setelah Pilkada dengan dasar data pemilih. Sebab, dalam prosesnya sudah dikerjakan bersama-sama.

“Ada tidak regulasi mengharuskan kami mengajak Bawaslu atau parpol saat pemutakhiran data pemilih? Tidak ada, itu inisiatif saya saja, karena kita kan pasti ingin sukses karena kerja sama,” urainya.

Selain di tingkat Provinsi, Lidartawan menyebut menginstruksi jajaran KPU kabupaten/kota untuk melakukan hal serupa di wilayah. Setiap kegiatan apapun terkait pemilu atau pilkada, KPU diminta menggandeng Bawaslu. Misalnya KPU ada sosialisasi, Bawaslu juga diajak. Begitu juga sebaliknya. Meski aturannya tidak ada, dia ingin soal administratif jangan sampai mengalahkan substantif.

Baca juga :  Lagi, Tiga Pasien Corona di Bangli Meninggal

“Misalnya saat rekapitulasi suara Pileg 2019 lalu itu, kami minta rekomendasi Bawaslu untuk membuka kotak suara TPS di Karangasem karena ada yang mempersoalkan. Itu bukti bahwa KPU dan Bawaslu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah di Bali,” pungkasnya.

Terkait PDPB, komisioner Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, menekankan perlu peningkatan sinergitas sesama stakeholder. Rudia juga minta supaya ada terobosan dari Disdukcapil terkait pengurusan administrasi penduduk. Selama ini dia melihat warga yang sudah meninggal tetapi tidak dibuat status Tidak Memenuhi Syarat (TMS), karena pengurusan akta kematiannya belum tuntas. Dia berharap soal men-TMS-kan pemilih dari daftar pemilih oleh penyelenggara cukup dengan keterangan aparat pemerintah paling bawah, yakni kepala dusun. “Disdukcapil juga harus berani menghapus nama yang jelas-jelas meninggal dunia,” cetusnya.

Dia menguraikan pengalaman pada Pemilu 2014 silam. Saat menangani dugaan pelanggaran, Panwaslu Kota Denpasar sampai dibawakan batu nisan untuk meyakinkan bahwa pemilih yang ada dalam DPT tersebut sudah meninggal beberapa tahun silam. “Pemilih tersebut sudah meninggal, tapi dalam C7 atau daftar hadir ada tanda tangan. Pemilih tersebut mengisi daftar hadir dan diduga mencoblos, inilah sumber masalahnya. Belakangan diketahui namanya disalahgunakan orang lain, dan kondisi itu mengakibatkan terjadinya Pemungutan Suara Ulang,” beber Rudia.

Mengatasi persoalan PDPB, Lidartawan mendaku akan mencoba terobosan baru di Provinsi dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, untuk berbagi data siswa yang akan memasuki usia memilih. ”Dengan data nama dan tanggal lahir saja, kami bisa menghitung jumlah potensi jumlah pemilih baru yang ada di Bali. Selanjutnya tinggal kami dorong mereka untuk melakukan perekaman E-KTP,” ulasnya.

Baca juga :  Kelurahan Penatih Gencar Pantau Wilayah, Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Rakor berakhir dengan diberikannya salinan berita acara kepada pihak terkait yang hadir. Daftar pemilih berkelanjutan yang ditetapkan KPU Bali pada semester I tahun 2021 total pemilih sebanyak 3.089.111 orang. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.