Pencari KTP di Karangasem Mencapai 200 Orang Sehari

KEPALA Disdukcapil Karangasem, Made Kusuma Negara. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem memastikan blangko KTP elektronik masih aman hingga lima bulan ke depan. Jadi, masyarakat Karangasem diminta tidak khawatir kekurangan blangko saat hendak mencari identitas kependudukan tersebut. Setiap hari warga Karangasem yang mencari KTP rata-rata sampai 200 orang.

Kepala Disdukcapil Karangasem, Made Kusuma Negara, Rabu (2/7/2025) mengatakan, tercatat hingga saat ini jumlah blangko KTP elektronik yang tersisa hampir 5.000-an. Jumlah tersebut dinilai cukup hingga dua sampai lima bulan ke depan. “Stok blangko masih aman. Kalaupun kurang, tinggal koordinasi dengan pemerintah pusat untuk penambahan blangko,” jaminnya.

Read More

Dalam sehari, sebutnya, jumlah masyarakat Karangasem yang mengurus administrasi kependudukan mencapai 200 orang. Kusuma Negara juga mengatakan, berbeda untuk Warga Negara Asing (WNA) yang ingin memperoleh KTP, diberi jatah hanya 500 saja.

Saat ini, jumlah WNA di Karangasem yang mengurus KTP mencapai 300 orang, jadi kuota masih tersisa 200 saja. “Untuk WNA, kami di daerah hanya di hulunya, sedangkan hilirnya ada di Imigrasi. Kalau dari Imigrasi sudah menerbitkan KITAS dan lainya, kami tinggal menerbitkan saja,” terangnya.

Untuk memudahkan pencarian KTP elektronik, dia berujar melakukan “jemput bola” ke sekolah-sekolah maupun ke desa-desa. Pelayanan ini menyasar warga yang belum sempat ke kantor kecamatan maupun ke kantor Disdukcapil untuk mengurus adminduknya.

“Program ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu, dengan harapan semakin mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan,” tegasnya.

Pelayanan jemput bola ke sekolah dilakukan melalui program Prakerthi Yowana, yakni pelayanan perekaman KTP-el secara langsung bagi siswa yang berusia 16 tahun ke atas, sesuai dengan jadwal serta aktivasi IKD bagi guru-guru dan siswa yang sudah ber KTP.

Dengan program mendatangi desa maupun sekolah ini, Kusuma Negara berharap tidak lagi mendengar ada warga Karangasem sampai tidak memiliki identitas kependudukan. Selain itu, dia berharap para perbekel dan jajaran kedesaan menginformasikan kepada masyarakat, untuk mengurus kepemilikan dokumen adminduk dengan datang langsung ke tempat pelayanan.

Supaya pelayanan berjalan lancar, masyarakat sebisanya didampingi kelian banjar dinasnya. “Yang tahu warganya tentu masing-masing kelian banjar dinas. Jadi, kami berharap ada pendampingan dari mereka,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.