Penanganan Pasien Corona di Gianyar Dinilai Sangat Baik

  • Whatsapp
KETUA Komisi 4 DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi. Foto: adi
KETUA Komisi 4 DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi. Foto: adi

GIANYAR – Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Gianyar dinilai sangat baik. Hal itu berdasarkan pengalaman Ketua Komisi 4 DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi, yang sempat terpapar Corona beberapa pekan lalu. Pengalaman itu diutarakan, Senin (5/8/2021).

Dia menuturkan, gegara virus Corona dia mesti menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Sanjiwani. Menyebut terserang Corona sangat menyiksa, dia masih beruntung bisa sembuh dan bisa kembali bekerja seperti biasa. Covid-19, sebutnya, selain menyerang imun tubuh, juga akan menyerang psikologis.

Bacaan Lainnya

“Tidak bisa tidur selama 24 jam, dan itu saya alami sampai tiga hari. Selain itu tubuh lemah, syukur saya sudah vaksin dua kali, jadi ada kekebalan tubuh. Kalau tidak ada vaksin, mungkin kondisi saya jauh lebih parah,” ungkap politisi PDIP asal Blahbatuh tersebut.

Berdasarkan pengalaman itu, dia membagikan tips untuk masyarakat yang dalam perawatan Covid-19. Ratnadi menyarankan agar makan banyak, tapi tidak boleh terlalu banyak nasi. Sebab, dalam nasi terdapat banyak karbohidrat dan gula, zat yang justru menyebabkan virus Covid-19 dalam tubuh makin kuat. Yang diperbanyak adalah konsumsi protein seperti telur, serta vitamin D, E dan C.

Baca juga :  Karena Ini, Pembayaran TPP PNS di Bangli Terancam Ditunda

“Virus itu akan hidup pada karbohidrat dan gula yang terkandung dalam nasi. Kalau bisa ganti nasi pakai kentang, karena karbohidrat dalam kentang itu sedikit,” sarannya. 

Melihat bagaimana pelayanan di RSUD Sanjiwani kepada semua pasien Corona, dia mengucap terima kasih kepada tenaga kesehatan di sana. “Saya melihat luar biasa pelayanannya, mereka berjuang sekali. Kasihan mereka, benar-benar berjuang. Mereka harapan kita, mereka sehat, makanya saya sangat setuju dengan adanya vaksin ketiga untuk nakes,” tegasnya.

Setelah berhasil sembuh dan tidak lagi mengonsumsi obat, Ratnadi saat ini menjalankan terapi kopi campur arak. Ini dianjurkan setelah selesai minum obat, tapi jangan coba lakukan jika masih mengonsumsi obat.

Disinggung informasi ambulans jenazah Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar kewalahan menangani jenazah pasien Covid-19, Ratnadi yang juga Ketua PMI Gianyar menyebut informasi tersebut tidak benar. Dia mengklaim mungkin yang dilihat itu pas hari baik upacara ngaben yang berlangsung beberapa waktu lalu. Waktu itu memang ambulans PMI banyak mengirim jenazah untuk dikremasi, tapi bukan semua pasien Covid-19. 

Petugas ambulans jenazah PMI Gianyar, terangnya, memang selalu dilengkapi alat pelindung diri (APD) setiap mengantarkan jenazah, baik jenazah pasien Corona maupun yang tidak. “Kalau melihat petugas ambulans jenazah pakai APD, bukan berarti orang yang dikremasi atau dimakamkan itu terpapar Covid-19. Itu untuk pelindung diri saja, waspada jika di tempat tersebut ada yang positif Covid-19,” jelasnya memungkasi. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.