HBK Peduli Siap Pugar 50 RTLH di Lombok, Tahun 2022 Janjikan 300 Bedah Rumah

PARA relawan HBK Peduli menyiapkan peralatan dan material untuk program pemugaran RTLH. Foto: rul
PARA relawan HBK Peduli menyiapkan peralatan dan material untuk program pemugaran RTLH. Foto: rul

MATARAM – Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2 (Pulau Lombok), Bambang Kristiono, memulai program pemugaran 50 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pulau Lombok sejak Minggu (1/8/2021). Program oleh politisi yang biasa dipanggil HBK itu untuk membantu masyarakat yang kesusahan akibat pandemi Covid-19.

“Saya berharap program pemugaran RTLH di Pulau Lombok ini dapat berkontribusi terhadap pengurangan rumah tidak layak huni,” katanya, Kamis (5/8/2021).

Read More

Dia menyebut banyak masyarakat di Pulau Lombok saat ini masih tinggal di rumah tidak layak huni, terlebih akibat bencana gempa besar beruntun tahun 2018 lalu. Dalam banyak interaksi dengan masyarakat, HBK berujar banyak mendengar aspirasi soal kondisi tempat tinggal warga yang memprihatinkan. Wakil Ketua Komisi I DPR RI berinisiatif mencari program bantuan bedah rumah di Komisi V DPR RI.

Pemerintah, ungkapnya, memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS,) yang sebelumnya dikenal dengan program bedah rumah. Program ini ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian bekerja sama dengan Komisi V DPR RI untuk menyalurkan BSPS ini kepada masyarakat kurang mampu. Namun, ketika HBK berjuang mendapat program ini, rupanya hampir seluruhnya direalisasi tahun anggaran 2020/2021.

Agar tetap dapat membantu masyarakat itu, HBK menggalang bantuan koleganya di Komisi V DPR RI agar ada bantuan bedah rumah yang bisa direalisasikan tahun 2021. Akhirnya, dia mendapat 50 paket program bedah rumah tersebut, yang akan disalurkan di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok. “Meski jumlahnya masih sangat jauh dari yang diperlukan masyarakat, saya pastikan untuk tahun anggaran 2021/2022 disiapkan sedikitnya 300 paket lagi untuk masyarakat Pulau Lombok,” janjinya.

Saat ini, sambungnya, Tim HBK Peduli tengah menginventarisir dan memastikan rumah yang tidak layak huni di wilayah masing-masing, agar program bedah rumah ini benar-benar efektif dan tepat sasaran. Dia yakin meski bantuan yang diberi jauh dari kondisi ideal yang didamba masyarakat, sekurang-kurangnya mampu mendorong masyarakat berempati satu yang lain. Singkat kata, dapat menumbuhkan sikap kegotong-royongan sebagai warisan luhur nenek moyang di Indonesia.

“Saya melihat sendiri banyak tetangga atau kerabat yang dengan sukarela ikut melibatkan diri membantu pembangunan rumah-rumah yang tidak layak huni, yang menjadi sasaran dari program ini. Ini sangat mengharukan,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut. HBK juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat lain untuk mengambil peran serupa, yakni bersama-sama membantu mereka yang kurang beruntung, yang sampai saat ini belum mampu memiliki rumah yang layak huni.

Inaq Satirah, warga Karang Lebah, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, tak henti-henti mengucap syukur mendapati dirinya akan mendapat bantuan program bedah rumah. Sembari berterima kasih kepada HBK, perempuan 50 tahun itu mendaku bantuan bedah rumah sangat berarti untuknya. Jika musim hujan tiba, rumah Inaq Satirah memang “dihiasi” kebocoran di mana-mana.

Alih-alih punya biaya untuk memperbaiki rumahnya yang bocor, Inaq yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat ini hanya punya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan makan saja. Itu pun jika dia beruntung, karena tak terkadang penghasilannya tak cukup meski sekadar untuk memenuhi kebutuhan hanya sehari. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.