Pemohon BPUM Capai 13.000 Orang

  • Whatsapp
KADISKOP dan UMKM Bangli, Ni Luh Ketut Wardani. Foto: gia
KADISKOP dan UMKM Bangli, Ni Luh Ketut Wardani. Foto: gia

BANGLI – Permohonan BPUM dari masyarakat terus mengalir ke Dinas Koperasi Kabupaten Bangli. Hingga saat ini jumlah pemohon mencapai 13.000 orang, sebagai akumulasi permohonan dari tahun 2020 dan 2021. Demikian dipaparkan Kadiskop dan UMKM Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, Selasa (8/6/2021).

Kata dia, BPUM tahun 2021 kembali bergulir untuk usaha mikro yang belum tersentuh sama sekali bantuan itu. Pada  tahun 2021 usulan yang masuk ke Diskop mencapai 13.000, sedangkan penerima bantuan tahun 2020 juga boleh mengajukan kembali sebagai penerima. Malahan penerima tahun 2020 langsung ditetapkan oleh pusat sebagai penerima tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Untuk penerima tahun 2020 tidak lagi kami yang usulkan, tapi langsung ditetapkan oleh Kemenkop selaku penerima tahun 2021,” tegasnya.

Dia memaparkan, pemohon tahun 2020 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku penerima BPUM mencapai 9.720 orang. Sementara usulan tahun 2021 yang memasuki tahap II, dari 13.000 usulan, yang direalisasikan mencapai 12.117 orang. “Kemarin kami juga mengirim usulan susulan sebanyak 1.037 orang,” tambahnya.

Saat ini, jelasnya, pengusulan dikoordinir oleh desa. Desa memfasilitasi berkas usulan, kemudian direkap, dan disetorkan ke Diskop. Selanjutnya Diskop Bangli memverifikasi dan membawa ke Diskop Provinsi Bali untuk diteruskan ke pusat. Karena itu, dia mendaku tidak pernah tahu siapa yang menerima dan tidak, karena langsung disampaikan bank yang ditunjuk pemerintah melaluilink atau tautannya.

Baca juga :  Pastikan Prokes Diterapkan, Sekda Badung Pantau TPS

“Melalui link tersebut pemohon bisa mengecek langsung apakah terdaftar sebagai penerima atau tidak. Kalau masuk sebagai penerima, bank yang mengirim SMS ke penerima untuk melakukan penarikan,” ungkapnya.

Wardani berharap BPUM ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan usaha mikro. Jangan malah bantuan ini dimanfaatkan hal yang lain, karena tujuan pemerintah mengucurkan bantuan ini adalah untuk menunjang usaha mikro masyarakat.  “Kalau keuangan daerah memungkinkan, kami akan usulkan agar bisa didanai untuk pengembangan usaha mikro ini,” cetusnya menandaskan. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.