Pemkab Karangasem Luncurkan Program “Atma Kerthi”

BUPATI Karangasem, I Gede Dana, meluncurkan program Atma Kerthi sebagai salah satu program unggulan yang digagas Bupati untuk implementasi visi dan misi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pakerthi Nadi, Senin (21/3/2022). Foto: ist

KARANGASEM – Bupati Karangasem, I Gede Dana, meluncurkan program Atma Kerthi sebagai salah satu program unggulan yang digagas Bupati untuk implementasi visi dan misi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pakerthi Nadi, Senin (21/3/2022).

Atma Kerthi merupakan layanan administrasi kependudukan, dan merupakan program nasional dalam bentuk pemenuhan kewajiban negara bagi masyarakat, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin kemudahan.

Bacaan Lainnya

“Sesuai Undang-undang 23 Tahun 2006, dalam pasal 44 disebutkan tentang pelaporan kematian yang wajib dilaporkan kepada instansi pelaksana setempat paling lambat 30 hari kalender sejak tanggal kematian,” papar Dana.

Mewujudkan tertib administrasi kependudukan di Karangasem, menurutnya, sangat diperlukan partisipasi masyarakat dalam melaporkan peristiwa penting kependudukan yang dialami. Terutama pelaporan kematian masyarakat yang sudah masuk pangkalan data kependudukan, sehingga muncul program inovasi pelayanan administrasi kependudukan Atma Kerthi.

Program ini sebagai bentuk penghargaan Pemkab Karangasem kepada masyarakat yang melaksanakan tertib administrasi dengan mengurus akta kematian keluarganya. “Kami memberi penghargaan berupa uang Rp1 juta dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan sesuai Perbup Nomor 58 tahun 2021,” papar Ketua DPC PDIP Karangasem tersebut.

Terkait mekanisme, terangnya, yang pertama harus segera mengurus akta kematian dalam jangka waktu 30 hari kalender sejak kematian keluarganya. Kemudian melengkapi sejumlah persyaratan yakni surat kematian dari desa/rumah sakit, KTP yang meninggal, KTP saksi dua orang, KTP pelapor, KK yang meninggal dan mengisi formulir.

Baca juga :  Bulog Kenalkan Beras Pencegah “Stunting” di Klungkung

Jika kutipan akta kematian sudah terbit, sambungnya, disilakan kepada ahli waris untuk mengurus penghargaan Disdukcapil Kabupaten Karangasem. Setelah dilakukan verifikasi kelengkapan atas pengurusan pencatatan kematian ke dokumen ahli waris, barulah menandatangani kuitansi. “Kurang lebih lima hari kerja setelah penandatangan kuitansi, uang penghargaan akan ditransfer ke nomor rekening bank milik ahli waris,” ungkapnya.

Program inovatif ini, ulasnya, disiapkan dari tahun sebelumnya mulai dari pembahasan dan penyusunan Peraturan Bupati Nomor 58 tahun 2021, sampai ditetapkan dan diundangkan pada 28 Desember 2021 lalu. Sosialisasi dilakukan melalui perbekel dan lurah. Program ini diluncurkan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan di wilayah Karangasem.

Cakupan kepemilikan akta kematian di Karangasem, sebutnya, diakui masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kematian keluarga. Ini juga yang menyebabkan kurang validnya data kependudukan.

“Dengan adanya program Atma Kerthi ini, akan membantu masyarakat dan memberi motivasi mengurus dokumen administrasi kependudukan berupa akta kematian. Dengan makin tertibnya masyarakat, otomatis berdampak terhadap keabsahan database (pangkalan data) kependudukan di Karangasem,” tuntasnya.

Untuk diketahui, program Atma Kerthi berupa penghargaan berbentuk uang dari APBD Karangasem yang untuk tahun 2022 dianggarkan Rp600 juta. Data Disdukcapil Karangasem, sejak diluncurkan, sampai saat ini sebanyak 202 orang mengajukan permohonan. Sampai hari ini yang masuk ke rekening masing-masing ahli waris senilai Rp113 juta. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.