Pemkab Karangasem “Cuek”, Warga Cangwang Urunan Perbaiki Jalan

WARGA Banjar Adat Cangwang memilih uruan untuk memperbaiki akses jalan menuju Pura Desa Cangwang dan Pura Desa Adat Gulinten di Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Mungkin bosan tidak mendapat respons semestinya dari Pemkab Karangasem untuk perbaikan akses jalan menuju Pura Desa Cangwang dan Pura Desa Adat Gulinten di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, warga Banjar Adat Cangwang memilih uruan untuk memperbaiki jalan. Perbaikan swadaya dilakukan mengingat akses jalan cukup vital bagi masyarakat Cangwang.

Salah satu warga yang menginisiasi perbaikan jalan, I Wayan Eka Widnyana, Minggu (8/6/2025) menuturkan, sejatinya jalan menuju Pura Desa Cangwang dan Pura Desa Adat Gulinten rusak sejak tahun 2009 lalu. Meski rusak parah, akses jalan tersebut belum pernah mendapat perbaikan sampai tahun 2024 tahun lalu. Akses ini mendapat perbaikan berupa rabat beton cuma sampai 800 meter dari 7 kilometer panjang jalan.

Read More

Widnyana juga menceritakan, para tokoh masyarakat setempat bukan berpangku tangan melihat kondisi jalan tersebut. Mereka beberapa kali mengajukan permohonan bantuan agar jalan bisa diperbaiki, tapi tidak pernah ada respons positif dari Pemkab Karangasem. Padahal akses jalan ini merupakan jalan milik Pemkab Karangasem. “Diajukan agar diperbaiki sudah sering, tapi tidak ada respons dari Pemkab. Makanya kami pun bosan,” ketusnya.

Karena “dicueki” Pemkab itulah, dia lalu menginisiasi urunan dengan masyarakat karena jalannya masih banyak yang rusak berat dan setiap hari dilewati warga. Untuk menggalang donasi perbaikan jalan ini, dia menggunakan jejaring media sosial. “Ini langkah kami terakhir, mengingat akses jalan sangat penting bagi masyarakat Cangwang yang sebagian sebagai buruh,” jelasnya.

Sampai sekarang penghimpunan donasi untuk perbaikan akses jalan masih berlangsung, dan ada beberapa warga yang menyumbang. Meski nilainya tidak begitu besar, dia berharap bisa melakukan perbaikan di jalan-jalan yang rusak parah dan tidak bisa dilewati. “Kalau dilihat hampir keseluruhan sepanjang sisa yang 800 meter rusak parah, bahkan hanya menyisakan batu-batu saja,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.