Pemkab Buleleng Beri Relaksasi Wajib Pajak PBB-P2

  • Whatsapp
KEPALA BPKPD Buleleng, Gede Sugiartha Widiada. Foto: rik
KEPALA BPKPD Buleleng, Gede Sugiartha Widiada. Foto: rik

BULELENG – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng memberikan relaksasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan-Perkotaan Perdesaan (PBB-P2) kepada wajib pajak di Buleleng. Relaksasi berupa potongan kepada wajib pajak yang mempunyai piutang pajak di bawah tahun 2015.

Kepala BPKPD Buleleng, Gede Sugiartha Widiada, mengatakan, saat ini pendapatan dari PBB-P2 baru mencapai 45,01 persen atau sekitar Rp18,75 miliar, dari target disusun sebesar Rp25 miliar. Untuk itu, dalam memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia, BPKPD memberikan relaksasi bagi seluruh wajib pajak di Buleleng.

Bacaan Lainnya

Relaksasi berupa potongan kepada wajib pajak yang mempunyai piutang pajak dari tahun 2010 hingga 2015 sebesar 25 persen. Sedangkan, untuk piutang sampai tahun 2009 diberikan potongan sebesar 50 persen. ‘’Ini diberikan agar masyarakat bisa tergugah membayar pajak,’’ kata Sugiartha Widiada, Jumat (20/8/2021).

Sementara denda pajak juga dihapus untuk meringankan beban wajib pajak. Artinya, tidak ada lagi denda pajak baik itu di tahun 2020 maupun di tahun 2021. Dan batas akhir pembayaran PBB yang ditetapkan 30 September sekarang sampai dengan Desember.

Ini berlaku pada piutang denda pajak yang terdahulu. Dengan adanya penghapusan denda pajak, diharapkan Sugiartha Widiada, masyarakat tidak lagi terbebani denda pajak. Selain itu, program ini juga untuk menggugah masyarakat taat membayar pajak.

Baca juga :  Kejari Amlapura Musnahkan Barang Bukti Perkara Narkotika hingga Meja Judi

‘’Sekarang kan seharusnya sampai September. Kalau Oktober sudah kena denda, sekarang tidak lagi, kami berikan waktu sampai 31 Desember. Dan penghapusan denda ini berlaku juga pada tunggakan pajak 2020 ke bawah. Jadi semua denda pajak kami hapuskan,’’ ucap Sugiartha Widiada.

Selain pemberian potongan pajak dan penghapusan denda, insentif gebyar hadiah juga diberikan. Untuk gebyar hadiah diberikan kepada wajib pajak yang telah membayar PBB-P2 sampai 31 Agustus 2021. Dan semua yang sudah membayar masuk dalam pengundian hadiah. ‘’Ini sebagai upaya menggugah ketaatan masyarakat untuk membayar pajak,’’ pungkas Sugiartha Widiada. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.