POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepedulian tidak selalu dimulai dari hal besar. Ia dapat tumbuh dari tindakan sederhana, karya kecil, hingga tangan-tangan mungil yang belajar memberi. Semangat inilah yang dihadirkan WIN School melalui Charity Week 2026 bertema “Little Hand, Big Heart” yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Menggandeng Yayasan Dharma Widya Ulangun, para guru, orang tua, dan seluruh komunitas sekolah, Charity Week tahun ini mengajak siswa tidak hanya mengenal arti berbagi, tetapi juga mengalami langsung proses di balik aksi kepedulian tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk mendukung Yayasan Peduli Kanker Anak (YPKA) Bali.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penggalangan donasi dari komunitas WIN School. Pada 3 September 2026, semangat berbagi dilanjutkan melalui “Corner of Hope”, sebuah ruang di lingkungan sekolah yang mengajak keluarga besar WIN School menyumbangkan barang-barang sesuai kebutuhan YPKA Bali.
Sehari kemudian, pada 4 September 2026, siswa EY 3/TK B bersama guru dan perwakilan orang tua melakukan kunjungan pertama ke YPKA Bali. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melihat secara langsung penerima manfaat kepedulian mereka, sekaligus berinteraksi dan berbagi kebahagiaan.
Pembelajaran tentang berbagi berlanjut melalui penjualan hasil karya siswa pada 7–10 September 2026. Para siswa membuka booth di sekolah dan menjual karya mereka kepada orang tua. Dari proses ini, anak-anak belajar mengambil inisiatif, berkarya dengan tangan sendiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi sesama. Seluruh hasil penjualan tersebut didonasikan kepada YPKA Bali.
Puncak Charity Week berlangsung pada 11 September 2026. Siswa EY 3/TK B bersama guru, perwakilan yayasan, manajemen WIN School dan perwakilan orang tua kembali mengunjungi YPKA Bali untuk menyerahkan donasi serta beraktivitas bersama anak-anak di yayasan. Pada saat yang sama, siswa Daycare, Toddler, Preschool/EY 1, dan TK A/EY 2 mengikuti kegiatan penutupan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah WIN School, Imroatun Nafi’ah, selaku inisiator kegiatan menjelaskan bahwa Charity Week tahun ini dirancang agar anak-anak memahami makna mendalam di balik aksi berbagi.
”Jika tahun lalu Charity Day mengajak anak-anak membuat makanan dan menyumbangkan mainan layak pakai, tahun ini kami ingin mereka mendapatkan esensi yang lebih mendalam. Mereka diajak berpikir, ‘Bagaimana saya bisa membantu teman-teman ini?’ Hingga akhirnya mereka menemukan solusi dengan berkarya, berjualan, dan menyumbangkan hasilnya,” ungkap Imroatun.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Parents Support Group (PSG) WIN School. Ketua PSG WIN School, Nadya Fairuz Jacob, mengapresiasi program yang dinilai mampu menumbuhkan kreativitas dan empati anak sejak dini.
“Senang sekali WIN School mengadakan kegiatan ini. Anak-anak dilibatkan langsung dalam mengumpulkan donasi hingga berjualan. Semua dipersiapkan dengan sangat baik. Kami berharap program berkesan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Nadya.
Dukungan serupa disampaikan Pengawas Sekolah, Ida Ayu Cintiya Nurina, M.Pd., yang turut hadir dalam kunjungan pertama ke YPKA Bali.
Sementara itu, pengelola YPKA Bali, Dwi Wahyu Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian komunitas WIN School.
“Terima kasih banyak atas perhatian dan kunjungan dari WIN School. Semoga seluruh kebaikan siswa, orang tua, dan para guru mendapat balasan yang terbaik,” tutur Dwi.
Melalui “Little Hand, Big Heart”, WIN School berharap pengalaman ini dapat memupuk empati dan inisiatif anak-anak sejak dini. Sebab bagi WIN School, berbagi bukan sekadar tentang apa yang diberikan, melainkan tentang bagaimana anak-anak belajar melihat, merasakan, dan peduli kepada sesama. rls/tra
























