Pedagang Pantai Kuta Belum Beroperasi, Ini Penjelasan Bendesa Adat Kuta

  • Whatsapp
Wayan Wasista. Foto: ist
Wayan Wasista. Foto: ist

MANGUPURA – Sampai saat ini pedagang pantai di Kuta belum diperkenankan untuk beroperasional sebagaimana mestinya seperti pedagang pantai di Legian dan Seminyak. Selain masalah pandemi Covid-19, rencana penataan ulang pedagang yang menempati aset desa adat Kuta, baik di pantai, pasar desa, pasar seni dan kios desa adat.

Melalui penataan pihak desa adat ingin adanya asas keadilan bagi krama Desa Adat Kuta, karena selama ini beberapa pedagang diketahui ada yang memiliki nomor ganda, kepemilikan dua nomor, menempati beberapa usaha di aset desa adat, maupun di kontrakan kepada pihak ketiga.

Bacaan Lainnya

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, ditemui Senin (28/9/2020) mendaku sudah banyak menerima pertanyaan terkait kapan operasional pedagang tersebut kembali bisa berjualan seperti sebelumnya. Namun pihaknya memohon para pedagang bisa bersabar, karena Desa Adat Kuta segera melakukan langkah agar krama desa berjualan kembali di Pantai Kuta.

Hal itu seiring adanya keputusan paruman Desa Adat Kuta terkait apa keberadaan pedagang di pantai. ‘’Segera akan kita lakukan rapat desa. Nanti setelah ketok palu maka kita akan buatkan kartu, kita sortir kepemilikannya dan data inventaris untuk terkoneksi dengan Simdaku (Sistem Informasi Manajemen Desa Adat Kuta),’’ ujarnya.

Baca juga :  Membandel, Pelanggar Masker di Pasar Galiran Didenda

Selain di pantai,  Desa Adat Kuta memiliki beberapa unit usaha, seperti pasar seni, pasar senggol, foodcourt dan beberapa toko. Dari sekian pedagang, ada beberapa pedagang yang memiliki nomor ganda dan memiliki beberapa usaha (usaha ganda) di aset desa adat Kuta.  

Karena itu melalui penataan dua hal itu diciutkan. Dimana pedagang yang memiliki nomor ganda akan dihapuskan salah satu nomornya dan pedagang yang memiliki tempat berjualan ganda di aset desa akan diminta memilih salah satu usaha terkait.

Dengan demikian akan ada slot kosong pedagang, sehingga hal itu akan memberikan kesempatan kepada warga yang benar-benar ingin bekerja. ‘’Ini sudah kita data dan sekarang melangkah ke teknis pensortiran. Drafnya sudah ada, kartu sudah kita siapkan, tinggal penyempurnaan untuk segera bisa diketok palu dalam parum,’’ ujarnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.