MANGUPURA – Petugas keamanan dan pecalang Desa Pecatu, Badung, Bali, Sabtu (27/2/2021) malam menertibkan beberapa genk motor yang mengganggu kenyaman masyarakat karena kebut-kebutan dan menggunakan knalpot brong. Berdasarkan keterangan petugas, anak-anak motor itu masih berstatus pelajar dan belum mempunyai KTP. Mereka diberikan hukuman push up dan pembinaan, setelah itu diminta pulang ke rumah masing-masing.
Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya, mengatakan, genk motor itu datang bergerombol berasal dari luar desa, dan kerap mengganggu kenyaman masyarakat setuap malam hari. Mengantisipasi aksi serupa kembali terjadi, petugas keamanan dan pecalang sudah diminta melakukan pengawasan gangguan keamanan dan ketertiban wilayah.
‘’Sekarang hanya kami bina saja. Tapi kalau ke depan terjadi lagi lain cerita. Karena pembinaan sudah kita jalankan, ke depan melangkah ke penindakan melalui kepolisian,’’ tegasnya, Minggu (28/2/2021).
Di tempat terpisah, taman di median Jalan Sunset Road Kuta rusak sepanjang 10 km. Kerusakan taman ini diduga akibat diinjak-injak penonton balap liar di lokasi tersebut. Titik lokasi kerusakan taman di depan usaha Bali Brasco Kelurahan Seminyak.
‘’Dugaan kerusakan itu akibat aktivitas balap liar. Informasinya, aksi trek-trekan itu terjadi sekitar pukul 3 pagi,’’ kata Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Wirastuthi.
Ia menyayangkan kondisi itu. Kerusakan taman median jalan di lokasi adalah yang ketiga kalinya. Ia berharap pihak terkait menyikapi kejadian itu agar taman median tetap asri. gay
























