Pecalang Diharap Lebih Profesional dan Aktual

  • Whatsapp
SUASANA FGD yang digelar Unwar kepada pecalang di Desa Adat Tuban. Foto: ist
SUASANA FGD yang digelar Unwar kepada pecalang di Desa Adat Tuban. Foto: ist

MANGUPURA – Dinamika wilayah dan heterogenitas masyarakat di Desa Adat Tuban, membuat pecalang terkait dirasa perlu mendapatkan penyegaran dan peningkatan kompetensi. Berkaitan dengan itu, Kamis (24/9/2020) sore para pecalang di Desa Adat Tuban diajak urun rembug diskusi oleh Universitas Warmadewa (Unwar). Melalui kegiatan itu diharapkan pecalang di Desa Adat Tuban kedepannya bisa menjadi lebih profesional, aktual, dan tidak rawan tersandung kasus hukum.

Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat Unwar, Dr. Drs. Wayan Wesna Astara, SH., M.Hum., M.H., menerangkan, FGD tersebut dilakukan berkaitan dengan program Kemitraan Masyarakat Unwar dalam upaya pemberdayaan pecalang Desa Adat Tuban, dalam meningkatkan ketahanan keamanan nasional. Selain menggali permasalahan yang dihadapi pecalang di Tuban, kegiatan itu nantinya akan dicarikan solusi formulasi.

Bacaan Lainnya

Sehingga hal itu diharapkan juga mampu dalam upaya meningkatkan kompetensi para pecalang dalam bertugas di lapangan. Untuk mematangkan hal itu, pihaknya juga mengaku sudah melakukan penelitian terkait di tahun 2017, tentang pecalang dan perubahan sosial kepariwisataan.

‘’Muara kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi sebuah penyegaran dan pembenahan kondisi pecalang. Bukan berarti saat ini tidak bagus, tapi ini untuk melengkapi diri dari perkembangan dinamika wilayah Tuban yang plural. Disinilah tugas kami selaku akademisi untuk menyumbangkan ide gagasan kami,’’ ungkap Wesna Astara.

Baca juga :  Prof Wiku: Covid-19 Bukan Konspirasi, Tapi Ancaman Nyata di Sekitar Kita!

Dipaparkanya, pecalang Desa Adat Tuban, diketahui memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pecalang di wilayah lainnya. Selain kaitannya dengan wilayah yang merupakan gerbang pariwisata Pulau Dewata, pecalang Desa Adat Tuban juga mengatensi wilayah dengan tingkat heterogenitas sangat tinggi.

‘’Di Tuban ini bukan hanya menyangkut krama adat, tapi juga krama tamiu dan tamiu. Pecalang disini juga ikut membantu keamanan dan ketertiban dengan bersinergi dan berkoordinasi dengan kepolisian,’’ imbuhnya.

Bendesa Adat Tuban, Wayan Mendra, memaparkan pula tentang batasan tugas pokok pecalang berdasarkan awig-awig Desa Adat Tuban tahun 1993. Di antaranya yakni mecalangin kegiatan upacara Panca Yadnya, menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas, serta mewaspadai/mengantisipasi/menangani berbagai ancaman akibat bencana alam.

‘’Pada dasarnya pecalang atau jagabaya atau sebutan lainnya, memiliki tugas yang sama dalam rangka memelihara/menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat wewidangan desa adat. Jadi pecalang dan jagabaya bisa disebut dwi tunggal,’’ terangnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.