POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyoroti masih ditemukannya ketidakpadanan data pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026. Temuan itu tercatat di 27 kabupaten/kota pada 11 provinsi dan dinilai berpotensi mempengaruhi akurasi daftar pemilih apabila tidak segera dibenahi. Hal tersebut disampaikan Bagja saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Rekonsiliasi PDPB bersama KPU provinsi se-Indonesia, Jumat (19/6/2026) di Badung.
“Ketidakpadanan data ini menunjukkan masih adanya celah dalam sinkronisasi antara data administratif dan kondisi riil di lapangan. Ini harus menjadi perhatian serius bersama,” kata Bagja, yang hadir bersama jajaran Bawaslu Bali, yakni Ketua I Putu Agus Tirta Suguna dan anggota I Nyoman Gede Putra Wiratma.
Bawaslu mencatat, ketidaksesuaian tersebut mengindikasikan masih adanya pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) yang belum tersaring secara optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan selisih antara data rekapitulasi dan fakta lapangan. Untuk memperkuat pengawasan, Bawaslu melakukan uji petik sebagai metode verifikasi lapangan. Pada PDPB Triwulan I 2026, uji petik dilakukan terhadap 45.308 sampel data pemilih, terdiri atas 24.513 pemilih baru dan 20.795 pemilih TMS.
“Hasil uji petik ini memastikan data tidak hanya akurat secara administratif, tetapi juga sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Bagja.
Bawaslu juga menyoroti kendala akses data di sejumlah wilayah dengan tantangan geografis, seperti Papua Tengah dan Papua Selatan, yang dinilai dapat mempengaruhi kualitas pemutakhiran data. Bawaslu mendorong keterbukaan akses data secara berkala agar pengawasan dapat dilakukan lebih optimal dan berbasis data mutakhir.
Sebagai langkah perbaikan, Bawaslu mendorong penguatan koordinasi dengan KPU melalui pencermatan data sejak tahap awal serta mitigasi di wilayah rawan untuk mencegah ketidaksesuaian berulang. “Validitas data pemilih adalah fondasi demokrasi. Kami berkomitmen memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat terakomodasi secara akurat,” pungkas Bagja. hen























