POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPP PDIP, I Made Urip, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDIP NTB, Senin (11/9/2023). Hadir Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat; dan Sekretaris Lalu Budi Suryata, juga pengurus DPD dan DPC PDIP di 10 kabupaten/kota, para anggota Fraksi DPRD kabupaten/kota dan Provinsi, serta enam PAC di Kota Mataram.
Anggota DPR RI asal Bali itu menguraikan, Rakerda sangat penting dalam rangka menyusun program dan strategi pemenangan Pilpres 2024. Terlebih DPP menarget hattrick kemenangan pada Pemilu 2024, dan mengantarkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden. Mewujudkan itu, harus ada kerja pemenangan antarbacaleg di NTB, baik di DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.
“Provinsi NTB ada dua dapil untuk DPR RI, yakni Dapil Pulau Lombok dan Sumbawa. Ini harus kita golkan, jangan ada jeruk minum jeruk,” serunya.
Dia minta pemetaan wilayah, penempatan tokoh dan kader harus menjadi perhatian serius guna menyukseskan serta membumikan program partai yang ditetapkan dalam Rakerda. “Mari jaga soliditas antarpartai, jangan saling berantem. Dari NTB ini, marilah kita bumikan kemenangan Ganjar Pranowo sebagai penerus perjuangan Presiden Jokowi,” ucapnya lantang.
Urip menuturkan, dia termasuk dari sejumlah kader senior yang tidak dicalonkan menjadi bacaleg DPR RI pada Pemilu 2024. Hal ini karena Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memiliki kebijakan kader yang menjabat lima periode di DPR RI tidak dicalonkan kembali. Urip mengklaim tidak mempersoalkan hal itu, dan mendaku akan tetap bersama dan terus berada di barisan PDIP.
“Kita ini lucu kalau enggak dicalonkan oleh partai terus baper, dan pindah parpol. Saya enggak caleg lagi, tapi tetap siap ditugaskan memenangkan partai, termasuk ke Mataram untuk membuka Rakerda. Jadi kader partai itu harus siap di mana pun ditempatkan dan memenangkan partai,” bebernya.
Terkait sosok Ganjar Pranowo, dia menuturkan kisah sendiri. Mengaku kawan Ganjar di DPR RI, Urip berujar tahu betul bahwa Ganjar sosok pemimpin yang merakyat dan peduli. “Jiwanya yang selalu bersama rakyat sangat pantas untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi,” pungkasnya.
Rachmat Hidayat menambahkan, Rakerda dilaksanakan sejalan dengan perintah Megawati Soekarnoputri untuk konsolidasi partai menatap Pemilu 2024. Konsolidasi dilakukan demi memastikan kader di NTB bisa mewujudkan target menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu untuk tiga kali berturut-turut.
Rachmat menjamin PDIP NTB akan solid dan rampak barisan untuk kemenangan Pemilu 2024. Selain itu, dia mengingatkan kader di wilayah NTB membuka lebar-lebar pintu rumahnya untuk kedatangan masyarakat. “Menjadi kader PDIP itu harus mendarmabaktikan hidupnya untuk partai. Jangan pernah menjadi kader PDIP itu bergaya hidup mewah dan gagah-gagahan,” paparnya.
Secara khusus, Rakerda ini juga akan mendengar laporan perekrutan saksi yang dilakukan 10 DPC se-NTB. Hanya, progresnya bervariasi dari 30 hingga 101 persen. “Yang pasti, saksi itu adalah ujungtombak partai. Bagaimana kita mau menang pemilu kalau saksi kita enggak berbasis TPS? Pokoknya, sebelum tanggal 15 September, perekrutan saksi harus tuntas dan yang belum agar dilengkapi,” pesan Rachmat. rul
























