BANGLI – Untuk memenuhi ketersediaan air bersih di masyarakat, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, meluncurkan pengerjaan pemasangan pompa hydram mini tahap III. Pangdam juga meninjau pembangunan pompa hydram di Banjar Serai, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut Bangli, Rabu (18/8/2021) sore. Saat peninjauan itu Pangdam didampingi Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana; dan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan.
Pangdam mengatakan, pengembangan pompa hydram sebagai proyek percontohan untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Program ini akan terus dievaluasi agar menjadi lebih baik. Pangdam mengakui di Bali masih ada daerah yang kekurangan air. “Program ini sudah dilaksanakan di NTT karena di sana kekurangan air, ternyata di Bali juga ada, sehingga program ini dikembangkan. Untuk di Bali sudah dikembangkan di delapan lokasi,” sebutnya.
Di Bangli, jelasnya, dikembangkan di dua lokasi, yakni di Dusun Serai, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut; dan Desa Catur, Kecamatan Kintamani. Di Desa Penglumbaran dipasang empat pompa dan memang lokasi sumber airnya ekstrem serta jaraknya cukup jauh. “Dua pompa dapat menghasilkan sembilan sampai 10 liter per menit, di sini dipasang empat pompa,” jelasnya.
Jika hasil evaluasi menyebut fungsi pompa benar dan tidak mengganggu alam tentu, sambungnya, akan ditindaklanjuti bahkan sampai ke kementerian. Bisa juga didukung oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
Dia berharap di desa lain bisa dikembangkan pompa sejenis dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada. Menurutnya pengembangan pompa hidram ini tidak menelan anggaran yang besar, karena memang alat dibuat sendiri dan pengerjaan di lapangan oleh anggota TNI dan masyarakat setempat. gia
























