Hadirkan Pendidikan Berkualitas, Sekolah PGRI Dituntut Terus Berbenah dan Berinovasi

KETUA PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, foto bersama Jajaran YPLP PGRI Bali, saat menghadiri rapat koordinasi yang digelar YPLP PGRI Bali di SMK PGRI 4 Denpasar pada Jumat, 4 September 2026. Foto: ist
KETUA PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, foto bersama Jajaran YPLP PGRI Bali, saat menghadiri rapat koordinasi yang digelar YPLP PGRI Bali di SMK PGRI 4 Denpasar pada Jumat, 4 September 2026. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Bali menggelar rapat koordinasi di SMK PGRI 4 Denpasar pada Jumat, 4 September 2026. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyamakan visi, serta meneguhkan komitmen YPLP PGRI dalam menghadirkan pendidikan berkualitas.

Rapat koordinasi dihadiri Ketua PGRI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, sebagai wujud sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan mutu satuan pendidikan PGRI di Bali. Acara yang digelar secara hybrid diikuti Ketua dan Pengurus YPLP PGRI Kabupaten/Kota se-Bali; serta para kepala sekolah di lingkungan YPLP PGRI.

Read More

Ketua YPLP PGRI Bali, I Gusti Ngurah Wirata, mengatakan, rapat koordinasi mengangkat tema “Memperkuat Konsolidasi, Sinergi, dan Tata Kelola YPLP PGRI untuk Mewujudkan Persekolahan PGRI yang Bermutu, Profesional, dan Berkelanjutan”, memiliki makna yang sangat strategis memperkuat konsolidasi, sinergi, dan tata kelola. YPLP PGRI Bali memastikan bahwa seluruh jajaran YPLP PGRI, mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota dan satuan pendidikan, memiliki pemahaman, visi, dan arah gerak yang sama.

‘’Dalam pengelolaan persekolahan PGRI tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara YPLP PGRI, PGRI, pengurus kabupaten/kota, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pendidikan,’’ ujarnya.

Terkait tata kelola, ditegaskan Ngurah Wirata, merupakan fondasi penting bagi  keberlangsungan persekolahan PGRI.  Ia berharap seluruh YPLP PGRI Kabupaten/Kota dapat semakin tertib dalam administrasi, semakin akurat dalam pengelolaan data, semakin transparan dalam pengelolaan keuangan, dan semakin profesional dalam menjalankan  fungsi pembinaan terhadap satuan pendidikan.

‘’Sekolah PGRI tidak boleh hanya mempertahankan apa yang sudah ada. Kita harus berani melakukan pembenahan dan perubahan. Kita perlu membangun sekolah PGRI yang memiliki karakter, kualitas, keunggulan, pelayanan yang baik, tata kelola yang sehat, sumber daya manusia yang profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,’’ tegasnya menjawab tantangan persekolahan ke depan yang semakin kompleks, persaingan antarsatuan pendidikan semakin kuat dan perubahan teknologi semakin cepat.

‘’Kami percaya, apabila seluruh jajaran YPLP PGRI Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat bekerja dalam satu visi, saling mendukung, terbuka dalam berkomunikasi, dan konsisten melakukan perbaikan, maka persekolahan PGRI di Bali akan semakin maju, dipercaya masyarakat, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,’’ sambung Ngurah Wirata.

Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali yang telah menyelenggarakan rapat koordinasi ini. Pertemuan ini memiliki arti yang sangat penting sebagai ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat konsolidasi organisasi, dan membangun sinergi dalam meningkatkan mutu serta keberlanjutan pengelolaan sekolah-sekolah PGRI di Bali.

Eddy Mulya mengatakan, PGRI dan YPLP PGRI merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. PGRI menjadi rumah besar perjuangan para guru, sedangkan YPLP PGRI mengemban tanggung jawab dalam mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan PGRI. Keduanya harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan memiliki arah perjuangan yang sama.

‘’Sekolah-sekolah PGRI tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga merupakan wujud nyata pengabdian PGRI kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, keberadaan sekolah PGRI harus terus diperkuat agar mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman,’’ ujarnya.

Eddy Mulya berpesan, menghadapi perubahan yang sangat cepat, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perubahan kebutuhan peserta didik, meningkatnya harapan masyarakat, serta persaingan antar-lembaga pendidikan menuntut sekolah-sekolah PGRI untuk terus berbenah dan berinovasi. ‘’Kita tidak cukup hanya mempertahankan keberadaan sekolah. Kita harus memastikan bahwa sekolah-sekolah PGRI tumbuh menjadi sekolah yang dipercaya masyarakat, memiliki keunggulan, serta mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan siap menghadapi masa depan,’’ ujarnya mengingatkan.

Ia menegaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, perlu memperkuat tata kelola sekolah yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Kedua, harus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan.

Ketiga, setiap sekolah PGRI perlu memiliki keunggulan dan ciri khas yang jelas. Harus berani menghadirkan program-program inovatif yang sesuai dengan potensi sekolah dan kebutuhan masyarakat. Keempat, memperkuat kolaborasi dan semangat saling mendukung. Sekolah-sekolah PGRI hendaknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Kelima, memperkuat sinergi antara PGRI, YPLP PGRI, kepala sekolah, guru, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, dan masyarakat.

‘’Tidak boleh ada sekolah PGRI yang merasa berjalan sendiri atau tertinggal. Kekuatan kita terletak pada persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong,’’ serunya.

Di akhir sambutannya, Eddy Mulya mengajak seluruh jajaran YPLP PGRI dan para kepala sekolah untuk terus menjaga nama baik organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab. ‘’Setiap tantangan harus kita hadapi dengan optimisme, kreativitas, dan keberanian untuk melakukan perubahan,’’ pungkasnya. tra 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.