POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Tim U17 Putra Tresna akhirnya melangkah ke final Piala Soeratin U17 Zona Bali 2026, setelah pada semifinal leg 2, I Komang Simon Juliartha dan kawan-kawan mengalahkan Tim U17 Garuda Muda Bali (GMB), melalui drama adu penalti, di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Kamis (3/9/2026).
Drama adu kiper terpaksa dilakukan untuk menentukan pemenang, karena dalam waktu normal 2 X 45 menit, kedua tim bermain sama kuat 0-0. Pada semifinal leg 1, kedua tim juga bermain sama kuat 1-1.
Dari lima penendang yang disiapkan Pelatih Kepala Putra Tresna I Wayan Agus Wira Senjaya, kelimanya sukses menunaikan tugasnya dengan baik menjebol gawang GMB yang dikawal kiper Nur Rahmat Fauzan.
Kelima algojo Putra Tresna itu adalah; sang kapten I Komang Simon Juliartha, Nengah Putran Raran Riski, I Komang Valentino Atmika Adi Putra, I Komang Widnyana, dan Aufclar Cleon Pabisa.
Sebaliknya lima algojo yang disiapkan Pelatih Kepala Ida Bagus Nyoman Mahayasa, hanya penendang kedua I Kadek Calvin Damaputra yang gagal menaklukkan kiper Putra Tresna I Gede Putra Mahottama.
Sementara empat penendang lainnya sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka adalah Rifki Ramdhani, Krispinus Efran Jehalu, Cruz Antonio van Cauwenberd, dan Anak Agung Ketut Alit Dika Dyaksa Putra.
”Para pemain sudah bermain sangat maksimal, tapi faktor keberuntungan belum memihak anak-anak kami. Banyak peluang di dapat sebelum adu kiper, tapi tidak satu pun masuk menjadi gol. Ya, itulah sepakbola…., namun sebagai pelatih, saya puas dengan permainan anak-anak,” ujar Mahayasa mengomentari kekalahan timnya.
Sukses Putra Tresna menjejak final, sekaligus mengulangi pencapaian mereka pada event yang sama edisi 2025 lalu. ”Keberhasilan melaju ke partai pamungkas (final) bekat kerja keras para pemain. Hari ini mereka bermain fight sepanjang pertandingan,” ujar Manajer Tim U17 Putra Tresna, I Gusti Agung Ngurah Yuda Jaksa Wardana.
Ia juga menilai GMB bermain sangat bagus, namun Dewi Fortuna masih menghinggapi Putra Tresna hingga akhirnya berhasil memenangkan adu penalti.
”Di final bertemu Perseden. Kami sudah bertemu di babak penyisihan grup dan kalah 0-5. Kekalahan itu menjadi pelecut semangat anak-anak hingga akhirnya berhasil ke final. Semoga saja, penampilan anak-anak semakin membaik saat final nanti,” harap Yuda Jaksa Wardana. yes
























