Orangtua Siswa Harap Angkutan Siswa Gratis Segera Dioperasikan

  • Whatsapp
SISWA menunggu jemputan dari keluarganya. Foto: adi
SISWA menunggu jemputan dari keluarganya. Foto: adi

GIANYAR – Sejumlah pelajar SMP di Blahbatuh Gianyar berharap jemputan dari orangtuanya segera datang. Bahkan ada sejumlah siswa yang pulang dengan jalan kaki. Pemandangan seperti ini ada setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai lagi setelah Gianyar masuk PPKM Level III, tapi angkutan siswa gratis belum dioperasikan Pemkab Gianyar.  

Salah seorang siswa SMPN 1 Blahbatuh, Putri, mengatakan, dulu biasanya dia berangkat dan pulang sekolah naik angkutan siswa gratis itu. Namun, sekarang harus diantar-jemput keluarga. Dia mengaku harus menunggu orangtua karena jarak rumah lumayan jauh dari sekolah. Apa lagi dalam PTM ini pelajaran hanya berlangsung beberapa jam.

Bacaan Lainnya

Kan sebentar ini, kalau orangtua telanjur kerja ya nunggu tetangga biar dijemput,” keluhnya. 

Salah satu orangtua siswa, Ketut Budi, berharap angkutan segara dioperasikan, mengingat program tersebut sangat bermanfaat untuk orangtua dan anak-anak sekolah. “Selain gratis, kami orangtua menjadi merasa aman kalau anak-anak sudah dijemput atau diantar angkutan. Kami juga jadi menjadi lebih leluasa menjalankan pekerjaan, mengingat pandemi mencari pekerjaan susah,” tuturnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba, mengatakan, masih menunggu uji coba PTM selesai. Setelah uji coba pasti dioperasikan. “Yang jalan baru bus birunya, memang tidak menjangkau pelosok,” jelasnya. 

Baca juga :  PON XX: Jabar Pertahankan Juara Umum, Bali Finish Urutan Lima

Dikatakan, pengoperasian ini pun dengan catatan tidak ada lagi klaster pada PTM. “Semoga usai PPKM Level 3 berakhir tanggal 18 Oktober dan bisa normal, dengan catatan PTM tidak jadi klaster baru,” ungkapnya. 

Dia membantah belum beroperasinya angkutan gratis itu karena terkendala anggaran. Pun mengklaim semua tinggal dieksekusi. “Tidak ada kendala, termasuk anggarannya aman. Tetap akan kami operasikan 204 angkot dan 12 bus,” tegasnya.

Selain itu, urainya, upah untuk sopir tidak ada pengurangan; sama seperti tahun sebelumnya yakni berkisar Rp5 juta per bulan. Perhitungannya, sopir dibayar per kilometer rute yang dilalui dengan rinciannya pembayaran di kisaran Rp5.500 sampai Rp6.500 per kilometer. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.