Oknum Polisi di Tabanan Curi Cincin Emas, Sempat Kabur Saat Digiring ke Polres, Akhirnya Ditangkap di Kampung Halaman

  • Whatsapp
BRIPDA Pande Made Rai Merta Kusuma (kanan), oknum polisi yang berulah dan harus berurusan dengan hukum atas tindak pidana pencurian perhiasan emas di Pasar Tabanan. Foto: gap
BRIPDA Pande Made Rai Merta Kusuma (kanan), oknum polisi yang berulah dan harus berurusan dengan hukum atas tindak pidana pencurian perhiasan emas di Pasar Tabanan. Foto: gap

TABANAN – Bripda Pande Made Rai Merta Kusuma (22), oknum polisi yang bertugas di Satsabhara Polres Tabanan, Bali berulah, dan harus berurusan dengan hukum. Dia diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian perhiasan emas di Pasar Tabanan, Minggu (7/3/2021).

Polres Tabanan pun telah menetapkan Bripda Pande sebagai tersangka dalam kasus tersebut. “Dia (Bripda Pande) baru sekitar dua tahun jadi polisi. Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan saat ini masih dalam proses penyidikan dalam kasus pidana tersebut,” ungkap Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, Senin (8/3/2021).

Bacaan Lainnya

Selain masih harus menjalani proses hukum atas tindak pidana tersebut, tersangka juga bakal menjalani proses hukum dalam kode etik. “Untuk saat ini proses tindak pidana dulu, setelah itu berlanjut ke sidang kode etik. Dalam hal ini kami memberikan informasi, dan sudah ada aturannya. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Kapolres.

Dikatakan, tersangka dalam aksinya tepergok salah satu karyawan di Toko Emas Cahaya Windu Sara, di dalam Pasar Tabanan. Tersangka membawa kabur tiga buah cincin yang sama beratnya 2 gram. Akibatnya, I Nyoman Sudiarta (54) selaku pemilik toko tersebut mengalami kerugian sekitar Rp900.000.

Baca juga :  Liga 1 Musim 2021-2022 Digelar Mulai 3 Juli

Meski sempat kabur, oknum polisi tersebut akhirnya tertangkap tangan oleh warga pasar, dan kemudian diserahkan ke pos polisi yang tak jauh dari pasar itu. Namun, saat dalam perjalanan ke Polres Tabanan, tersangka melarikan diri, menembus bagian belakang Mapolres Tabanan.

Kendati ulahnya sempat merepotkan rekannya sesama polisi, Bripka Pande pun akhirnya kembali ditangkap. Dia ditangkap di kampung halamannya di Dusun Pancoran, Desa Busungbiu, Buleleng, pada malam hari sekitar pukul 22.00. Selanjutnya, tersangka digelandang kembali ke Polres Tabanan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain tiga cincin yang sama beratnya 2 gram, sebuah baju lengan panjang abu-abu-hitam, satu celana pendek jeans biru, satu unit sepeda motor Honda Vario-125 hitam nopol DK 3442 UAG beserta kunci kontak, dan sebuah helm biru tua.

Terhadap tersangka, pasal yang disangkakan adalah 364 KUHP, yang ancaman hukumannya penjara tiga bulan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.