Ogah Bahas Pilkada, Gede Dana: Menyumbang Jangan Pamrih

  • Whatsapp
GEDE Dana (kiri) dan Cokorda Gede Agung. Foto: gus hendra
GEDE Dana (kiri) dan Cokorda Gede Agung. Foto: gus hendra

DENPASAR – Ketua DPRD Karangasem, Gede Dana, terlihat tidak mau terprovokasi oleh manuver lawan dalam Pilkada Karangasem 2020. Masifnya gerakan politik kubu pendukung Bupati petahana IGA Mas Sumatri tak jua membuatnya banyak membuka suara. “Tunggu rekomendasi dulu. Kami pasti kerja setelah rekomendasi turun,” katanya dengan artikulasi hati-hati saat ditemui di DPD PDIP Bali, Rabu (24/6/2020).

Meski sangat irit komentar, Dana yang didampingi Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, pelan-pelan bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan. Mengenai posisi partainya yang dikeroyok oleh koalisi besar petahana, Dana mendaku sejauh ini tidak ada niat bergabung atau membicarakan koalisi. Sebagai kader partai, dia hanya menjalankan apa perintah partai. Dia pun menegaskan tunduk atas arahan DPD dan DPP.

Baca juga :  Masa Pandemi, MPLS Digelar Secara Daring

“Arahan pimpinan saat ini adalah kami harus fokus untuk menanggulangi Covid-19, dan itu kami lakukan. Tidak, tidak ada risau (dengan gencarnya gerakan lawan), karena sudah ada tatanan yang jelas di partai,” urai politisi kalem itu.

Disinggung strategi PDIP di Karangasem menantang petahana, Dana terkesan enggan menanggapi. Dia baru menjawab ketika ditanya sikapnya atas maraknya kegiatan sosial yang dilakukan kubu pendukung Mas Sumatri, terutama dalam pembagian sembako ke masyarakat. “Kan tidak harus sama seperti itu strateginya, itu urusan dapur masing-masing partai. Kami punya masakan sendiri, terlepas baunya seperti apa dicium itu tidak apa-apa,” sahutnya.

Meski tidak segencar petahana, Dana menegaskan tetap berbuat untuk masyarakat. Semua kegiatan yang dilakukan muaranya yakni memperhatikan dampak Covid-19 di masyarakat. PDIP, ulasnya, merupakan partai matang, dan strategi-strategi juga sudah disiapkan. Bukan karena baru ada pilkada baru kemudian partai “kumpul-kumpul”, karena tanpa pilkada PDIP tetap dekat dengan masyarakat.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Melonjak 92 Orang, Kasus Positif Bertambah 53

“Situasi pandemi ini kita dahulukan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Selesaikan kesulitan masyarakat, karena demokrasi bagian dari membuat senang masyarakat. Jangan sampai masyarakat lagi susah tapi kita malah fokus politik,” ungkapnya, tetap dengan artikulasi hati-hati.

“Intinya, PDIP itu bekerja untuk masyarakat,” kata Cokorda Agung menimpali. 

Dana menegaskan, dalam kondisi ini sebaiknya siapapun menyumbang ke masyarakat jangan sombong. Dia mendaku tetap bergerak membantu masyarakat semampunya, tapi tidak mau menyebut di mana dan berapa jumlahnya. Dia beralasan kalau memamerkan itu sama dengan dia pamrih, dan mengklaim tidak pernah minta dukungan ketika memberi bantuan. “Bisa dicek rekaman saya apakah pernah minta dukungan pilih saya ketika saya beri bantuan. Depang anake ngadanin (biar orang menilai). Jangan menyumbang lima seperti menyumbang 1.000, kalau ngomong itu pamrih. Ada saatnya untuk itu,” tandasnya. hen

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.