NWDI Diajak ke Perindo, Suara Nasdem-Demokrat NTB Diprediksi Tergerus

AKADEMISI UIN Mataram, Ihsan Hamid, Foto: ist

MATARAM – Instruksi Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, TGB Muhammad Zainul Majdi, agar semua pengurus wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah di semua Indonesia bergabung ke Partai Perindo, diprediksi akan membuat eksodus kader NWDI.

Hanya, TGB terang-terangan menyerukan itu saat di HUT ke-87 NWDI sekaligus perayaan Haul ke-25 Pahlawan Nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Minggu (18/9/2022) di Pancor, Lombok Timur (Lotim).

Bacaan Lainnya

Menurut akademisi UIN Mataram, Ihsan Hamid, dengan mengumpulkan ketua pengurus NWDI pada acara itu, sangat mungkin membuat eksodus besar-besaran di partai lain. Kata dia, sangat mungkin TGB belum berani terbuka mengajak jamaah NWDI ke Perindo di forum ratusan ribu jamaah secara terbuka.

“Bisa jadi karena upaya strategi dalam masih menjaga perasaan Nasdem, karena masih ada dua kakaknya, Sitti Rohmi Djalilah dan HM Syamsul Lutfi,” sebutnya, Selasa (20/9/2022).

Ihsan mendaku sejak awal sudah memprediksi, dengan bersedianya TGB menjadi Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, hal tersebut akan menggerus suara Partai Nasdem dan Demokrat yang hingga kini masih diasosiasikan dengan NWDI. Sebab, TGB lantang menginstruksikan semua pengurus wilayah untuk berjuang memenangkan Perindo pada Pemilu 2024.

Baca juga :  Indikator Kesehatan Masyarakat Tentukan Penilaian Risiko Penularan Covid-19

Dalam pengamatannya, instruksi TGB mulai berpengaruh di level kepengurusan NWDI. Salah satunya mantan Bupati KLU, Najmul Akhyar, yang masih menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat KLU, resmi mengajukan pengunduran diri dari partai besutan AHY usai pertemuan dengan TGB.

“Sangat mungkin akan ada juga pengurus NWDI lain, yang menyusul jejak Pak Najmul Akhyar mengundurkan diri dari partai yang dipimpin untuk masuk Perindo dalam waktu dekat,” duganya.

TGB, jelasnya, masih dianggap simbol utama tokoh ormas NWDI selama ini. Apalagi rekam jejaknya sangat dikenal merupakan cucu Pahlawan Nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, bersama Wagub Sitti Rohmi Djalilah (Ketua DPW Partai Nasdem NTB) dan HM Syamsul Lutfi (anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok).

Pendek kata, instruksi TGB akan ada pengaruh. “Tapi, memang tidak berpengaruh signifikan, karena Nasdem dan Demokrat merupakan partai yang eksis sebelumnya,” papar Ihsan.

Khusus Nasdem dan Demokrat, lanjut Ihsan, akan melakukan kalkulasi ulang terkait target Pemilu 2024 yang mereka tetapkan. Adanya Perindo dan TGB setidaknya akan mengurangi jumlah alokasi kursi dan suara yang kadung ditetapkan dalam pemenangan pemilu mereka.

Apalagi TGB jelas akan menjaga reputasinya sebagai Ketua Harian DPP Partai Perindo, menyusul target Perindo cukup besar, yakni meraih 60 kursi parlemen pada Pemilu 2024. Yang pasti, tegasnya, TGB akan disorot ketika di NTB tidak mampu mendukung target Perindo.

Baca juga :  ASN di Klungkung Diminta Bekerja Lebih Optimal

Ketika bicara soal sumbangsih kursi kemudian jadi dilematis. Sebab, sebelumnya afiliasi ormas NWDI yang ditangkap publik mengarah ke NasDem. Jadi, harus ada skema yang mesti diatur sedemikian rupa, kata Doktor Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Berkaca dari sejarah konstelasi politik yang terjadi, ulasnya, NWDI secara ormas tidak pernah berafiliasi kepada lebih dari satu partai. Namun, dia melihat, kalaupun gerbong NWDI saat ini berada di Nasdem tidak bisa digaet ke Perindo, hal ini bisa menjadi tradisi baru bagi NWDI. Apalagi di Demokrat ada sosok TGH Mahally Fikri yang juga pengurus teras NWDI.

“Kalau ini terjadi, maka akan sedikit mendewasakan jamaah NWDI. Tetapi imbas pertama kali ini yang memang harus diterima pahit-manisnya. Sebab, kader belum terbiasa diajak berafiliasi kepada dua atau tiga kelompok dalam waktu yang bersamaan,” ungkapnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.