Nengah Rawitana, Petani Kreatif dan Penuh Inovasi, Olah Limbah Buah Jadi Pupuk Organik

  • Whatsapp
I Nengah Rawitana, petani asal Desa Pengotan, Kecamatan Bangli terbilang sosok petani kreatif dan penuh inovasi. Dia mengubah limbah buah menjadi pupuk organik cair, yang kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia. Foto: ist

BANGLI – I Nengah Rawitana, petani asal Desa Pengotan, Kecamatan Bangli terbilang sosok petani kreatif dan penuh inovasi. Di tengah mahalnya pupuk kimia, pria yang biasa disapa Rawit itu malah tertantang untuk berinovasi. Dia mengubah limbah buah menjadi pupuk organik cair, yang kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia.

Dalam perbincangan pada Kamis (30/12/2021), Rawit berkata pupuk cair buatannya digunakan sejak enam bulan lalu. Awal ketertarikannya membuat pupuk organik cair tidak lepas dari keprihatinan melihat limbah buah-buahan yang dibuang begitu saja. “Saya pengepul jeruk, sehingga banyak limbah menumpuk saat masih panen. Jadi, saya coba-coba meracik buah itu secara otodidak sampai akhirnya sukses jadi pupuk cair,” kisahnya.

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, buah-buahan yang diramu menjadi pupuk cair adalah buah jeruk, tomat dan berbagai macam limbah buah yang tidak terpakai. Selain itu, limbah buah itu juga dicampur dengan air kelapa. Buah jeruk dan batang pisang dicacah kecil agar cepat membusuk, sedangkan serabut kelapa dicari bagian dalamnya. “Kemudian semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam tong, ditutup rapat agar tidak ada udara yang masuk, dan ditaruh di tempat yang lembab,” terangnya.

Baca juga :  Kesenian Tua Khas Denpasar yang Masih Eksis, Perpaduan Tari Baris dan Legong pada Baris Kekupu

Pupuk organik cair olahannya itu, sambungnya, baru bisa digunakan setelah proses fermentasi 1,5 bulan sampai tiga bulan. Saat tong dibuka sudah berbau wangi dan berwarna kuning keemasan.

Kalau baru dibuat, dia mengakui baunya kurang sedap. Bila sudah mencapai satu bulan, maka baunya berubah menjadi agak wangi dan asam. “Setelah bau, baru bisa digunakan,” katanya.

Disinggung cara penggunaannya, dia berujar untuk satu liter pupuk cair bisa dicampur dengan 100 liter air. Pupuk dapat disemprotkan langsung ke tanaman. Pupuk ini juga bisa dikocor ke batang tanaman. “Kalau dengan cara dikocor, penyerapannya lebih cepat awalnya untuk tanaman sayuran. Tapi sekarang kami manfaatkan untuk memupuk porang,“ lugasnya.

Sejak menggunakan pupuk buatan sendiri, dia mengklaim pertumbuhan tanaman sayur dan porangnya lebih cepat dan subur jika dibandingkan menggunakan pupuk kimia. “Selain tanaman lebih baik, ini kan juga bagus untuk tanah,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.