Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan 47 Produk Hukum Penting-Strategis

MAKET Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang dibangun di Kabupaten Klungkung. Foto: ist
MAKET Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang dibangun di Kabupaten Klungkung. Foto: ist

DENPASAR – Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diselenggarakan dengan membentuk dan memberlakukan 47 produk hukum penting dan strategis, untuk menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali. “Seluruh produk hukum dimaksud, selain sebagai landasan hukum, juga menjadi haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster.

Politisi asal Sembiran, Buleleng ini membeberkan pencapaian pembangunan Bali yang terwujud nyata dalam empat tahun ini. Itu mencakup keseluruhan lima bidang prioritas, yaitu penguatan dan pemajuan desa adat, tradisi, seni-budaya, serta kearifan lokal Bali yang ditandai dengan makin semarak krama Bali menyelenggarakan berbagai bentuk aktivitas adat dan budaya. Juga meningkatnya penyediaan pangan yang berkualitas melalui pertanian organik menuju Bali Pulau Organik, membaiknya kualitas layanan dan jaminan kesehatan, meningkatnya akses dan mutu pendidikan, peningkatan kompetensi dan pelindungan tenaga kerja, terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI) krama Bali. Kemudian penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat; keberpihakan secara kuat dan konsisten pada penggunaan produk lokal Bali; dan bergerak menuju Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Read More

Lebih jauh dipaparkan, pencapaian pembangunan Bali Era Baru juga mencakup perbaikan kualitas ekosistem alam, yakni pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber, pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut; dan pelestarian tanaman lokal Bali sebagai Taman Gumi Banten, Puspa Dewata, Usada, dan penghijauan. “Berbagai kebijakan dan program yang ramah lingkungan ini, berdampak pada penuruan emisi karbon, bergerak menuju net zero emissio’, sejalan dengan perkembangan kehendak dunia global,” jelasnya.

Koster menambahkan, pencapaian Bali Era Baru diperkuat dengan pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegerasi yakni Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Shortcut Singaraja-Mengwitani, Pelabuhan Segitiga Sanur-Sampalan-Bias Munjul, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Bendungan Sidan dan Tamblang, Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, Gilimanuk-Mengwi; dan pengembangan pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub. alt

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.