Musyaifirin Malu-malu Menatap Pilgub NTB, Ngaku Tunggu Perintah Partai

  • Whatsapp
HW. Musyaifirin. Foto: rul
HW. Musyaifirin. Foto: rul

KSB – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), HW Musyaifirin, masih malu-malu menatap kontestasi Pilgub NTB 2024 mendatang. Dia mengaku belum berpikir untuk maju lebih tinggi menjadi calon Gubernur atau calon Wakil Gubernur dalam Pilkada Serentak 2024. 

Ketua Bappilu DPD PDIP NTB berujar, rekomendasi DPC PDIP Sumbawa Barat yang menghendakinya maju di Pilgub mendatang masih belum dia seriusi. Masa jabatannya sebagai kepala daerah yang baru berumur setahun menjadi alasan. 

Bacaan Lainnya

“Saya ini baru menjabat setahun jadi Bupati, enggak bisa serta merta begitu DPC PDI Perjuangan KSB merekomendasikan saat Muscab, lantas saya harus mengiyakan. Kan di partai ada mekanismenya,” ujar Musyaifirin diplomatis saat menerima kunjungan jurnalis Pemprov NTB di lantai III aula Setda KSB, Kamis (2/9/2021). 

Bupati dua periode itu mengklaim tidak terlalu memikirkan keinginan kader PDIP di wilayah Pulau Sumbawa hingga di Pulau Lombok yang menghendakinya tampil di Pilgub NTB. Sambil berkelakar, Musyaifirin berkata ingin melihat terlebih dahulu siapa yang akan maju dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut. 

“Pilgub dan pencalonan saya itu biarkan saja mengalir, kan saya juga Ketua Bappilu, tentu semua yang disuarakan kader akan kami kaji. Ini juga sambil kita lihat dulu siapa lawan tandingnya,” cetusnya bernada canda.

Baca juga :  RSUD Klungkung Perpanjang Tenaga Kontrak Perawat Pasien Covid-19

Menurut Musyaifirin, sejauh ini belum ada perintah DPP kepada dia agar tampil di Pilgub 2024. “Kami timbang-timbang soal isu Pilgub NTB 2024 itu, dan memang belum ada sampai perintah partai. Namun, jika memang seandainya mekanisme partai menghendaki saya tampil, maka yasaya akan jalankan dan pikir lebih cermat,” tandasnya, lagi-lagi dengan nada diplomatis. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.