Meningkat Lagi, Sehari Bali Tambah 11 Pasien Covid-19 Tutup Usia

  • Whatsapp

DENPASAR – perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, kembali mencatatkan peningkatkan kasus meninggal dunia, dimana pada Sabtu (1/5/2021), sebanyak 11 pasien positif dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Sabtu (1/5/2021), sebelas pasien meninggal tersebut tersebar di tujuh Kabupaten/Kota. Rinciannya, Denpasar, Bangli, Buleleng dan Karangasem masing-masing 2 orang. Kemudian, Badung, Gianyar dan Tabanan masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Kabar baiknya di hari yang sama, Satgas mencatat penambahan pasien sembuh sebanyak 160 orang. Lebih banyak 18 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 142 orang (124 orang melalui Transmisi Lokal, 17 PPDN dan 1 PPLN).

Kota Denpasar mencatatkan pasien sembuh terbanyak 42 orang, disusul Buleleng 39 orang, Badung 26 orang (tiga besar). Di sisi lain, Denpasar juga menjadi penyumbang terbanyak kasus positif baru sebanyak 40 orang, disusul Buleleng 34 orang dan Gianyar 18 orang (tiga besar).

Secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai saat ini berjumlah 44.813 orang (44.685 WNI dan 128 WNA. Dari jumlah itu, sebanyak 42.212 orang (94,20%) dengan rincian 42.103 WNI dan 109 WNA.

Baca juga :  Desa Adat di Gianyar Siap Gelar Pemilihan Bendesa, Ini Pesan MDA

Dengan tambahan 11 orang lagi, kini kasus meninggal dunia menjadi 1.347 Orang (3.01%) dengan rincian 1.342 WNI dan 5 WNA. Sementara pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 29 orang menjadi 1.254 Orang (2,80%) dengan rincian 1.240 WNI dan 14 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.