Membandel, Penyelenggara Tajen Diproses Hukum

  • Whatsapp
BARANG Bukti saat penggrebegan tajen di Desa Tinga-tinga ditunjukan polisi di Mapolres Buleleng. Foto: rik
BARANG Bukti saat penggerebegan tajen di Desa Tinga-tinga ditunjukan polisi di Mapolres Buleleng. foto: rik

BULELENG – Penindakan tegas terhadap kegiatan judi tajen atau sabung ayam di wilayah Buleleng terus digalakkan oleh jajaran Polres Buleleng melibatkan TNI-AD dari Kodim 1609/Buleleng. Penindakan ini, selain karena melanggar pidana, kegiatan tajen juga menimbulkan kerumunan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seririt memanggil sejumlah penyelenggara tajen di wilayah Kecamatan Seririt untuk dilarang menyelenggarakan tajen. Ini merupakan upaya persuasif yang dilakukan utamanya jajaran Polsek Seririt untuk mencegah kegiatan judi tajen.

Bacaan Lainnya

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, mengatakan, pemanggilan penyelenggara tajen di wilayah Seririt sebagai langkah humanis yang dilakukan kepolisian, untuk memberikan imbauan kepada penyelenggara tajen untuk tidak menggelar judi tajen.

Sejatinya, kata Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, pemanggilan ini tidak saja dilakukan Polsek Seririt melainkan seluruh polsek-polsek di jajaran Polres Buleleng. ‘’Di tengah situasi pandemi ini, sudah tegas kami akan tindak penyelenggara tajen. Jadi tidak saja di Seririt, tapi di semua polsek di jajaran Polres Buleleng,” ujar Sumarjaya, Rabu (30/9/2020).

Pengawasan terhadap kegiatan judi tajen, sudah intens dipantau oleh pihak kepolisian secara sinergitas melibatkan TNI-AD dalam tim yustisi Covid-19. Hanya saja diakui, ada beberapa penyelenggara yang membandel, sehingga diambil tindakan tegas.

Baca juga :  Sekda Dewa Indra Ingatkan Akuntabilitas Dana Covid-19

“Jadi Pak Kapolres jauh-jauh hari menegaskan tidak ada toleransi bagi tajen. Pemanggilan itu langkah persuasif dengan teguran. Jika tetap menggelar, maka langkah tegas akan dilakukan,” jelas Sumarjaya.

Terakhir, dalam operasi tim yustisi Operasi Aman Nusa dikomandoi langsung Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Listrianto, bersama Muspika Kecamatan Gerokgak berhasil menggrebek judi tajen di wilayah Desa Tinga-tinga, Buleleng.

Ada dua orang diamankan yakni berinisial GBS (49) dan GKA (42). Selain mengamankan dua orang, juga diamankan barang bukti dua ekor ayam (satu mati), kurungan ayam, kartu domino, sebuah taji, dan sejumlah uang tunai.

“Kami membubarkan kegiatan tajen di Tinga-tinga berdasarkan laporan. Saat kami ke lokasi, sekitar ratusan orang disana kabur. Barang bukti yang kami temukan, sudah kami serahkan ke kepolisian untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Dandim Windra Listrianto.

Menurut Dandim Windra Listrianto, penindakan tegas judi tajen adalah instruksi dari Gubernur Bali, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Terlebih ada Pergub Bali No. 46 dan Perbup Buleleng No. 41 Tahun 2020. “Bayangkan saja, di tajen ada ratusan orang disana. Satu saja kena, menular ke puluhan orang. Ini kami lakukan agar tidak ada klaster baru,” ujar Dandim Windra Listrianto.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, mengaku, akan memproses hukum terhadap penyelenggara tajen di Buleleng. Pasalnya, Sebelumnya mereka sudah sempat diperingatkan oleh para Kapolsek bersama Danramil di wilayah hukum mereka masing-masing.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Buka Forum Perangkat Daerah

“Mereka sudah didatangi untuk diimbau tidak menggelar judi sabung ayam. Tapi kenyataannya mereka masih membandel. Untuk itulah, mereka (penyelenggara tajen) diamankan. Selanjutnya diserahkan ke Polres Buleleng dan akan kami proses sesuai hukum,” pungkas Kapolres Sinar Subawa. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.