Masuk Pancaroba, BMKG Ingatkan Pemda Atensi Cuaca Ekstrem

  • Whatsapp
TANGKAPAN layar prakiraan musim hujan 2020/2021 di wilayah Bali.
TANGKAPAN layar prakiraan musim hujan 2020/2021 di wilayah Bali.

Denpasar – BMKG mengingatkan agar pemerintah tetap memberikan atensi terhadap potensi kebencanaan yang bisa ditimbulkan cuaca ekstrem. Pasalnya, saat ini Indonesia telah memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan. Hal itu terungkap dalam webinar yang digelar Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar terkait prakiraan musim hujan Provinsi Bali 2020/2021, Senin (5/10/2020).

Plt. Kepala BBMKG wilayah III Denpasar, M Taufik Gunawan, menerangkan, sejak September-Oktober 2020 Bali telah masuk masa pancaroba. Hal itu ditandai dengan berbagai fenomena hydrologi yang terjadi di wilayah Bali, termasuk hujan yang turun tidak merata yang terjadi dari sedang hingga lebat dengan durasi singkat.

Bacaan Lainnya

Ia pun mengimbau agar pemerintah daerah perlu mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem, karena masa peralihan biasanya diikuti oleh faktor cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat dengan durasi singkat, kilat petir, angin kencang tiba-tiba, angin puting beliung, bahkan hujan es.

Dampak yang bisa ditimbulkan bisa berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang, angin kencang, maupun jalan licin. ‘’Jadi kami imbau agar pemerintah daerah bisa mematangkan kesiapannya dalam menghadapi musim hujan. Misalnya dengan memangkas pohon serta mewaspadai terhadap daerah berpotensi terjadi bencana. Begitupula bagi masyarakat, agar senantiasa memperhatikan imbauan pemerintah,’’ ujarnya.

Baca juga :  Gede Dana Mundur dari DPRD Karangasem

Ia menjelaskan, peluang terjadinya hujan pada dasarian pertama pada Oktober pada umumnya banyak terjadi di daerah Jembrana, Tabanan dan Badung, khususnya di Kecamatan Petang dan Abiansemal. Kendati demikian, wilayah Bali bagian tengah, sudah mendahulu memasuki musim hujan. Namun untuk di daerah Buleleng bagian utara kondisinya saat ini masih kering, karena sudah 30 hari lebih tidak terjadi hujan.

‘’Jadi musim hujan di Bali ini tidak masuk bersamaan. Pada dasarnya musim hujan di Bali sudah masuk mulai bulan Oktober dasarian III. Rata-rata di bulan November dasarian awal wilayah Balu sudah mulai banyak masuk musim hujan. Terakhir musim hujan masuk di bulan Desember untuk wilayah Buleleng bagian barat dan Nusa Penida,’’ paparnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.