Mau Pulang Kampung? Tunjukan Dulu Surat PHK

  • Whatsapp
SITUASI di Pelabuhan Gilimanuk yang dipenuhi orang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: ist
SITUASI di Pelabuhan Gilimanuk yang dipenuhi orang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: ist

JEMBRANA – Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana beberapa hari terakhir selalu dipenuhi antrean kendaraan roda dua dan roda empat, karena mereka tidak bisa menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah ada negosiasi, akhirnya para pengendara tersebut diizinkan lewat menyeberang, dengan catatan mampu menunjukan surat PHK atau surat dari kepolisian.

“Pendatang yang tidak ber-KTP Bali dan sudah tidak punya pekerjaan, diizinkan pulang tapi dikelola Dinas Perhubungan dan diterima oleh Pemda Jateng dan Jatim,” kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana, Senin (4/5/2020).

Bacaan Lainnya

Lebih jauh dipaparkan Kapolsek, diizinkannya pendatang tanpa KTP Bali yang menganggur untuk pulang kampung itu berdasarkan kebijakan Gubernur Bali. Karena itu dia wajib mengamankan kebijakan tersebut, meski pemudik tetap dilarang lewat. Jika tetap lewat akan dipulangkan atau diminta putar balik.

Bagi penumpang yang akan pulang kampung, selain melengkapi surat kendaraan setelah pemeriksaan orang dan barang, juga diminta menunjukkan surat PHK atau surat keterangan dari kepolisian setempat. “Jika belum lengkap kami kembalikan dan disarankan untuk memenuhi persyaratan tersebut,” jelasnya.

Kapolsek juga mengajak seluruh pihak untuk bersabar, dengan membangun kondisi psikologis masyarakat dan bersama mencegah Covid-19 dengan memutus rantai penyebarannya. Warga diimbau tidak mudik, tapi bila terpaksa pulang kampung karena PHK disilakan. Jika mereka termasuk pekerja informal, dan itu berarti tidak ada surat PHK, dia menyilakan mencari surat ke kelian banjar atau perbekel. Tujuannya agar petugas di lapangan  tidak disalahkan jika kemudian melarang lewat atau mengizinkan lewat.

Baca juga :  Usai Ikuti Pelatihan Kerja Disiapkan Izin untuk Akses Permodalan

Untuk diketahui, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk resmi ditutup bagi pemudik menuju Jawa atau sebaliknya mulai Jumat (1/5) lalu hingga batas waktu belum ditentukan. Penutupan diberlakukan berdasarkan surat instruksi Gubernur Bali dan Bupati Banyuwangi tanggal 30 April 2020. Kedua surat instruksi itu, intinya sama-sama menegaskan larangan penyeberangan keluar-masuk Bali, kecuali untuk kendaaran barang dan urusan kedaruratan.

Namun, lantaran banyaknya pekerja di Bali jadi menganggur sejak wabah Corona karena tidak ada pekerjaan, mereka memilih kembali ke kampung halaman. Kondisi ini menyebabkan terjadi penumpukan di Pelabuhan Gilimanuk, dan membuat Gubernur Bali mengeluarkan kebijakan baru seperti diutarakan Kapolsek tersebut. 024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.