Manajer Perseden Sorot Kinerja Asprov PSSI Bali Terkait Lapangan

  • Whatsapp
MANAJER Tim Perseden Denpasar, AA. Alit Made Wiartha alias Gung Guntur. foto: ist

DENPASAR – Begitu mendapat kabar bahwa lanjutan penyisihan Liga 3 Rayon Bali 2021 tetap di Stadion Debes Tabanan, Manajer Tim Perseden Denpaar, AA. Alit Made Wiartha, langsung angkat bicara. ”Apalagi hujan, stadion Debes pasti akan bertambah rusak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/12/2021).

Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Gung Guntur ini langsung menyoroti kinerja Asprov PSSI Bali yang dinahkodai Ketut Suardana. Termasuk dia juga mencibir pihak Panpel diketuai Anom Jaksa yang dinilai gagal mencar lapangan alternatif

Bacaan Lainnya

Asprov PSSI Bali melalui Panpel-nya menunda jadwal kompetisi sejak Senin (6/12/2021) sampai Rabu (8/12/2021). Penundaan selama tiga hari ini katanya akan dimanfaatkan untuk mencari lapangan alternatif. Tapi upayanya, sama sekali tidak membuahkan hasil.

Ketua Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana bersama Ketua Panpel, Anom Jaksa dan Sekum Dewa Teges melakukan sempat audensi ke Wali Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara, Rabu (8/12/2021). Dengan harapan, bisa dapat ijin menggunakan Lapangan Kompyang Sujana untuk kelanjutan Liga 3.

Tetapi upaya itu tetap gagal, setelah Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa Lapangan Kompyang Sujana pasca renovasi, belum diserahkan pihak PUPR Pusat kepada Pemkot Denpasar.

Baca juga :  Satpol PP Buleleng Siap Amankan Nataru

Di sisi lain, Gung Guntur kembali menyinggung Stadion Pecangakan Jembrana yang menurutnya sebenarnya bagus. ”Perseden pernah merasakan bermain di sana selama babak penyisihan 16 besar, dan saya kira lapangannya bagus. Tetapi keputusannya kok malah numpuk di Stadion Debes,” sentilnya.

Padahal jika ditarik lebih ke belakang, sebelum Liga 3 dimulai. Saat MCM sebenarnya sudah diputusakan, lolos atau tidak tim tuan rumah (Perst Tabanan dan PS Jembrana), babak 8 besar akan menggunakan dua venue yakni Stadion Debes dan Stadion Pecangakan.

Tetapi setelah babak 8 besar, justru pertandingan dipusatkan di Stadion Debes bersamaan Soeratin U17. Bahkan Soeratin U15 dan U13 juga nyaris bertumpuk-tumpuk di Stadion Debes, sebelum akhirnya bergeser ke Stadion Mengwi.

Sebenarnya, menurut Gung Guntur, banyak ada lapangan bagus baik di wilayah Denpasar maupun di Badung, dengan catatan Panpel dan Asprov berani keluar uang untuk dipakai menyewa. ”Toh udah ada sponsor, ngapain gak berani nyewa lapangan bagus demi kelancaran sebuah kompetisi,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.