POSMERDEKA.COM, DENPASAR – “Perang saudara” antarsesama wakil Indonesia langsung tersaji di sektor ganda putra pada turnamen BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026, setelah hasil undian mempertemukan pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dengan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin pada babak pertama, Selasa (6/1/2026).
Pertemuan tersebut memastikan satu wakil Indonesia tersingkir lebih awal dari turnamen yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 6-11 Januari 2026 tersebut.
Sabar/Reza datang dengan modal positif setelah menutup musim lalu dengan meraih medali emas SEA Games 2025 Thailand. Sementara itu, Raymond/Joaquin akan menjalani debut di turnamen level Super 1000 setelah menunjukkan peningkatan performa pada pengujung musim 2025.
Selain duel sesama wakil Indonesia, perhatian juga tertuju pada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berstatus sebagai unggulan keenam. Ganda putra yang mulai dipasangkan pada musim lalu itu akan menghadapi duet Taiwan Fang Chih Lee/Fang Jen Lee pada babak pertama.
Laga tersebut menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Namun, Fajar memiliki pengalaman menghadapi pasangan Taiwan tersebut ketika masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, dengan catatan lima kemenangan dari tujuh pertemuan.
Malaysia Open menjadi salah satu turnamen awal musim yang penting bagi Fajar/Fikri untuk melanjutkan tren peningkatan performa sekaligus menguji konsistensi mereka di level Super 1000.
Selain sektor ganda putra, Indonesia juga menurunkan wakil di sektor lain. Pada tunggal putra, Jonatan Christie dan Alwi Farhan akan mengawali langkah masing-masing menghadapi Lee Chia-hao dari Taiwan dan unggulan ketujuh asal Prancis Alex Lanier.
Di sektor tunggal putri, Indonesia hanya diwakili Putri Kusuma Wardani (KW), sementara sektor ganda putri menurunkan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Adapun sektor ganda campuran diisi oleh Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara Malaysia Open pada 2023 melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang di final mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.
Modal Positif
Sementara itu, Putri KW memiliki modal positif menjelang laga pembuka melawan wakil Jepang Manami Suizu. Putri memiliki kepercayaan diri setelah mencatat kemenangan pada pertemuan sebelumnya. Pada ajang Macau Open 2024, Putri mengalahkan Suizu dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-17.
Berdasarkan hasil undian, Putri berada di bagan bawah dan diprediksi dapat melaju hingga perempatfinal sebelum berpotensi menghadapi unggulan kedua asal China Wang Zhi Yi.
Pada edisi sebelumnya, pebulutangkis berusia 23 tahun itu terhenti di perempatfinal setelah kalah dari wakil Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 13-21, 21-15, 16-21. Babak delapan besar juga menjadi pencapaian terbaik Putri sejak menjalani debutnya di Malaysia Open pada 2022.
Sebelumnya, Putri mengaku baru kembali menjalani latihan dengan intensitas penuh setelah mendapatkan waktu istirahat usai tampil di BWF World Tour Finals 2025. Oleh karena itu, fokus utamanya pada turnamen pembuka musim ini adalah memulihkan kondisi fisik sekaligus mengembalikan sentuhan permainan.
“Setelah World Tour Finals berakhir, saya ingin refresh dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan pikiran. Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali fresh,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI.
Ia menjelaskan persiapan menuju Malaysia Open dijalani sekitar 10 hari dengan penekanan awal pada penguatan fisik sebelum masuk ke latihan teknik. “Di hari-hari awal balik latihan, fisik menjadi fokus dan latihannya diperberat. Dua hari terakhir baru lebih ke teknik,” ujar Putri, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Mengawali musim dari turnamen berlevel Super 1000 membuat Putri memilih untuk tidak memasang target berlebihan. Ia menyebut turnamen pembuka lebih tepat dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan menghadapi rangkaian kompetisi panjang sepanjang musim 2025. “Cukup deg-degan karena memulai lagi dari awal. Tapi ini turnamen pembuka, saya ingin bisa bermain enak,” kata Putri.
Malaysia Open menjadi salah satu turnamen dengan persaingan ketat di awal tahun. Bagi Putri, ajang ini menjadi langkah awal untuk kembali menemukan ritme permainan.
Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri pada Malaysia Open 2025 setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapat proteksi peringkat guna menjalani pemulihan kondisi vertigo. yes
Daftar Wakil Indonesia dan Lawannya babak pertama Malaysia Open 2026
Tunggal Putra:
Jonatan Christie (4) vs Lee Chia-hao (Taiwan)
Alwi Farhan vs Alex Lanier (Prancis/unggulan 7)
Tunggal Putri:
Putri Kusuma Wardani (6) vs Manami Suizu (Jepang)
Ganda Putra:
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (6) vs Fang Chih Lee/Fang Jen Lee (Taiwan)
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (8) vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Ganda Putri:
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela (India)
Ganda Campuran:
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia/unggulan 4)
Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Julien Maio/Lea Palermo (Prancis)
























