Maknai Galungan-Kuningan, Bupati Mahayastra Ajak Warga Gianyar Saling Memaafkan

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar Made Mahayastra (tengah) saat ngadonang lawar. foto: ist

GIANYAR – Memaknai Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengajak seluruh masyarakat Gianyar saling memaafkan dan tidak saling menghujat. Permintaan itu disampaikan saat ngelawar bersama para pimpinan OPD, jajaran staf di Pemkab Gianyar, dan awak media, Senin (12/4/2021).

Sebelum menikmati lawar bersama, Mahayastra menunjukkan kebolehan dalam ngadonang (meracik) lawar. “Mari saling maaf-memaafkan, kemarin kita saling menghujat tapi di hari raya Galungan ini, hari kemenangan Dharma melawan Adharma, kita jadikan momentum untuk introspeksi diri,” ajaknya.

Bacaan Lainnya

Momen Galungan yang bersamaan dengan bulan puasa ini, Mahayastra mengajak pula agar memaknai momentum itu sebaik mungkin. Tentunya dengan tetap mematuhi aturan pemerintah dalam melawan pandemi. “Apalagi beberapa bulan ini kita sudah mulai bergerak untuk bangkit dari pandemi,” ungkapnya.

Lebih jauh diuraikan, stok babi di Gianyar mencapai 5.000 ekor lebih, terbanyak di Bali. Ini karena stok di peternak babi di daerah Payangan dan di kecamatan lain di Gianyar masih cukup. Walaupun harga naik, yang penting bagaimana masyarakat mengilhami. Jangan sampai pada hari raya justru masyarakat jor-joran.

Menurut Mahayastra, Gianyar kaya dengan jenis lawar yang memiliki cita rasa khas berbeda. Mulai dari lawar Ketewel, lawar Guwang, lawar Tampaksiring, Gianyar hingga Payangan. Dia mendaku keliling hampir 10 tahun, ternyata lawar di Gianyar berbeda-beda dan punya ciri khas. “Tapi semuanya enak-enak,” tutur politisi PDIP itu.

Baca juga :  Demokrat Jembrana Bentengi Kepemimpinan AHY

Masyarakat Gianyar diajak ikut membangun Gianyar menjadi daerah yang maju, daerah yang cantik kotanya dan sejahtera masyarakatnya. Dia menilai Gianyar sudah di rel yang benar, sudah memiliki jalan yang benar, tinggal bagaimana masyarakat membangun Gianyar. Meskipun daerah kecil, tapi menjadi daerah yang maju, daerah yang cantik kotanya, dan sejahtera masyarakatnya.

Pembangunan, tegasnya, akan terus berjalan seiring dengan bangkitnya Gianyar dari pandemi Covid-19. Gianyar, khususnya Ubud, menyiapkan diri menjadi kawasan hijau bebas Covid-19, hotel-hotel mulai akan dibuka serta event-event besar akan mulai digelar.

“Kalau kemarin kita antara gas dan rem, sekarang kita mulai menanjak, menggenjot sektor ekonomi dengan pariwisata sebagai pengungkit,” pesannya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.