POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sejumlah baliho Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terpasang di sejumlah titik strategis di Denpasar, dengan narasi lumayan provokatif. Salah satunya, selain memasang foto Kaesang Pangarep, juga memajang foto Presiden Jokowi, ayah Kaesang yang juga kader PDIP. Menanggapi adanya baliho PSI yang “membajak” foto Jokowi sebagai kader terbaik partainya, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, terkesan hati-hati menyikapi.
“Ya itu kan hak partai melakukan aktivitas berkaitan dengan atribut partainya. Saya tidak tahu apa yang masang itu kader PSI di Bali atau siapa yang masang,” jawabnya saat dimintai tanggapan di sela-sela konsolidasi PDIP se-Bali untuk pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024 di Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (20/10/2023).
Koster mengaku memang melihat ada baliho dan banner PSI bernada semacam itu di beberapa daerah di Gianyar, Denpasar, dan Bangli. “Ada laporan yang masang pakai baju item-item, bukan orang Bali,” sebut Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra, yang duduk di sebelah kiri Koster.
Didesak apakah sebenarnya pernyataan itu ingin mengatakan ada upaya pecah belah oleh pihak luar, Koster terdiam sejenak. “Hmmm ya nggak, kita pikir positif saja. Apa dilakukan partai lain, tekad dan iktikad kami harus menang mutlak Pak Ganjar 95 persen di Bali. Pasangan ini sangat bagus,” sambung Koster dengan artikulasi hati-hati.
Berarti manuver itu tidak dianggap? “Saya kira nggak, saya tidak menanggapi begitu,” sahutnya dengan intonasi pelan.
Disinggung ada pengaruh sikap ambivalen Jokowi terhadap realisasi target 95 persen untuk kemenangan Ganjar-Mahfud di Bali, Koster berkata menyerahkan sepenuhnya ke petinggi partai bagaimana merespons sikap Jokowi saat ini. Dia beralasan tugasnya di Bali adalah bagaimana bekerja dengan semua kader partai pengusung bersama masyarakat, untuk memenangkan Ganjar 95 persen. Pun berharap dan berdoa dari Bali supaya Ganjar-Mahfud bisa menang satu putaran di Indonesia. “Saya kira tidak (pengaruh faktor dukungan pendukung Jokowi di Bali atas target 95 persen),” cetusnya.
“Di mana pendukung Jokowi?” celetuk Mahayastra. Ketika dipaparkan bahwa tidak semua pemilih Jokowi di Pilpres 2019 otomatis memilih PDIP, dan jumlahnya relatif besar, Koster mengakui data itu. (Sebagai catatan, pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 91,68 persen, dan perolehan suara PDIP 54,36 persen. Berarti ada 37,32 persen pemilih Jokowi yang tidak memilih PDIP untuk Pileg).
“Tentu saja karena figur, sekarang pasangannya sangat bagus, malah komplit, saling melengkapi. Di Bali jaringan Madura dan Jawa banyak, kami berharap solid bergerak. Ya, penerimaan Pak Mahfud bagus di Bali,” papar Koster memungkasi.
Berdasarkan pantauan, sejumlah baliho PSI mulai bertebaran di jalan protokol di Denpasar. Salah satu yang memuat narasi provokatif terpasang di Jalan Cok Agung Tresna, persis di utara kantor Gubernur Bali. Selain memasang foto Kaesang dan elite PSI dengan tulisan JOKOW15ME, juga memasang foto Jokowi sedang tersenyum berukuran besar sebagai gambar latar belakang. hen
























