Legislator Demokrat Sayangkan Vaksin Kosong di Loteng

  • Whatsapp
Rais Ishak. Foto: rul
Rais Ishak. Foto: rul

MATARAM – Masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyambut hangat program vaksinasi massal yang dilakukan Polres Loteng. Sayang, persediaan vaksin di Loteng bak langit dan Bumi dengan keinginan masyarakat untuk divaksin. Kondisi ini sangat disayangkan Sekretaris Komisi I DPRD NTB yang juga politisi Partai Demokrat, Rais Ishak, Minggu (11/7/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak tanggal 26 Juni hingga 4 Juli lalu tercatat sudah ada 33 ribu orang yang divaksin. Jumlah sasaran warga yang divaksin itu menempatkan Polres Loteng paling tertinggi pencapaiannya bila dibandingkan daerah lain di NTB. Namun, tingginya antusiasme warga tersebut tak dibarengi kesiapan stok vaksin yang tersedia, karena stok vaksin di Loteng dilaporkan masih kosong.

Bacaan Lainnya

Kondisi itu menyebabkan banyak warga dari berbagai kecamatan di Loteng sejak Jumat (9/7/2021) hingga Minggu (12/7/2021) terpaksa pulang ke rumah, lantaran tidak terlayani oleh petugas. Padahal mereka sudah datang mengantre sejak pagi hari. Kondisi stok vaksin yang terbatas juga terjadi di Kabupaten Lombok Timur, sehingga aparat Polres setempat terpaksa memprioritaskan pelayanan kepada warga lansia terlebih dahulu. 

Melihat kondisi tersebut, Rais Ishak menyayangkan kesigapan jajaran Pemprov NTB melalui Satgas Penanganan Covid-19 yang tidak sigap menyiapkan stok bagi daerah-daerah. Padahal program vaksinasi yang digerakkan jajaran polres dan polsek di seluruh NTB dikomando Kapolda NTB dan kapolres telah on the track (di jalur yang benar).

Baca juga :  Pandemi, Siswa SMPN 8 Denpasar Tetap Sumbang Prestasi

“Kami minta Pemprov harus segera memperjuangkan ketersediaan pemenuhan kebutuhan vaksin di daerah, salah satunya di Loteng maupun di Lotim. Tolong, jangan  sampai kita kehilangan momen saat kesadaran dan partisipasi masyarakat cukup tinggi untuk mau divaksin,” serunya.

Menurutnya, kini momentum berharga dari masyarakat untuk siap bahu-membahu dan bertanggung jawab guna menyukseskan program memutus rantai penyebaran Covid-19 bersama pemerintah. Jangan sampai spirit itu terputus begitu saja gegara pemerintah kurang cekatan. Kata dia, kesadaran masyarakat yang timbul untuk memelihara kesehatan itu setelah mereka juga mengetahui anggaran untuk penanganan Covid-19 cukup besar.

“Intinya, jangan sampai terputus proses vaksinasi ini, apalagi antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sikap responsif dan kepekaan harus dikedepankan dengan cepat, berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk kesiapan vaksinnya,” tegas Rais.

Terkait dengan tingginya animo masyarakat untuk divaksin, politisi asal Dapil Lombok Tengah Utara itu berharap agar pendataan benar-benar valid. Sebab, hal itu akan memudahkan laporan untuk jumlah vaksin yang disiapkan, dan berapa yang sudah divaksin. Karenanya, koordinasi antara Pemkab Loteng dan Pemprov NTB harus benar-benar maksimal. Sebab, di lapangan aparat kepolisian dan TNI melalui babinsa dan bhabinkamtibmas, terpantau aktif turun menggemakan pentingnya vaksin kepada masyarakat di perdesaan dan dusun-dusun.

“Soal terjadi penundaan vaksinasi, saya minta  Pemprov harus menindaklanjuti. Jangan sampai semangat masyarakat kendur lagi untuk vaksinasi,” sergahnya.

Baca juga :  Vidcon dengan Panglima, Pangdam IX/Udayana Laporkan Peran TNI dalam Penanganan Covid-19

Rais juga mengimbau masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi tidak kendor dalam menjalankan prokes. Vaksinasi bukan berarti aman 100 persen dari virus, jelasnya, “Tapi paling tidak tubuh kita tidak mudah terpapar virus lagi manakala prokes tetap kita jalankan.” rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.