Legislatif Sarankan Ada Biaya Asuransi ke Wisatawan, Jaminan Keamanan Melancong Saat Pandemi

  • Whatsapp
PARA penumpang baru turun dari pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, beberapa waktu lalu. Untuk memberi jaminan keselamatan selama melancong di Bali pada masa pandemi, legislator DPRD Bali mengusulkan agar dikenakan biaya asuransi bagi turis mancanegara yang melancong ke Bali. Foto: gay
PARA penumpang baru turun dari pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, beberapa waktu lalu. Untuk memberi jaminan keselamatan selama melancong di Bali pada masa pandemi, legislator DPRD Bali mengusulkan agar dikenakan biaya asuransi bagi turis mancanegara yang melancong ke Bali. Foto: gay

DENPASAR – Salah satu kekhawatiran membuka pintu pariwisata internasional Bali lebih awal adalah masih relatif tingginya angka kasus positif Covid-19, dan itu berkorelasi dengan keselamatan pelancong ke Bali. Untuk memberi jaminan keamanan, mengenakan biaya asuransi kepada wisatawan yang dikelola Perusda Bali dinilai sebagai alternatif solusi.

Menurut Ketua Komisi 2 DPRD Bali, IGK Kresna Budi, dia banyak mendapat curhat masyarakat yang menanyakan kapan pariwisata Bali kembali dibuka. Apalagi program vaksinasi sudah dijalankan, dan pemerintah juga menetapkan tiga zona hijau wisata di Bali. “Logika masyarakat itu, kalau vaksinasi jalan, mestinya seiring juga dibuka pariwisata internasional. Masalahnya satu, perut rakyat sudah kelaparan, dan buka pariwisata dilihat sebagai solusi tercepat,” katanya, Selasa (20/4/2021).

Bacaan Lainnya

Dia tak memungkiri masih tingginya jumlah kasus jadi salah satu hambatan. Namun, kata dia, itu bisa diatasi dengan mengenakan asuransi bagi wisatawan asing yang ingin ke Bali. Misalnya Rp5 juta satu orang, yang jika dikurskan ke dolar AS tidak sampai 500 dolar. Dengan asuransi itu, jika sampai terpapar Covid-19 di Bali, mereka berhak mendapat pelayanan kesehatan di RS Bali Mandara milik Pemprov Bali yang memiliki peralatan representatif.

Baca juga :  Gegara Ini, Petani Bunga Pacar di Bangli Kelimpungan

“Kita kalau ke Inggris aja bayar visa sampai 5 juta, itu tidak ada asuransi. Kalau mereka dikenai asuransi sekitar 500 dolar, saya pikir masih visible (terjangkau). Yang penting pemerintah dapat menjamin perawatan kesehatan mereka kalau kena Covid. Kalau misalnya mereka selamat sampai pulang ya lebih bagus lagi, berarti uang asuransinya hangus,” urai politisi Golkar itu.

Uang asuransi itu, sambungnya, dapat dikelola oleh Perusda Bali, dan sifatnya mirip retribusi wisata. Dengan asumsi ada satu juta wisatawan datang, berarti Perusda mengelola uang senilai Rp5 triliun. Terobosan ini diklaim bisa menjadi sumber pemasukan bagi Pemprov Bali, selain sebagai upaya jaminan keselamatan pelancong asing.

Disentil cepat-cepat membuka pariwisata mancanegara tidak otomatis akan mendatangkan gelombang wisatawan asing, Kresna Budi berujar yang penting dibuka saja dulu. Apakah setelah itu turis akan membanjiri Bali atau tidak, itu soal lain. “Emangnya kalau kita buka toko sudah pasti ada yang belanja? Emangnya buat proyek sudah pasti tahu ada hasilnya? Enggak kanYasama saja dengan buka penerbangan internasional, begitu juga,” sergahnya.

Bukankah membuka penerbangan internasional itu ranahnya Kementerian Perhubungan, bukan Gubernur? “Fungsi Gubernur untuk bicara ke pusat demi kepentingan Bali. Harusnya minta ke pusat karena itu kewajiban Gubernur,” sahutnya. “Menteri Pariwisata Sandiaga Uno aja buka kantor di Bali, artinya Bali kan aman. Tidak usah takut berlebihanlah, harus optimis kita,” tandasnya. Anggota Komisi 2 dari Fraksi PDIP, Cokorda Gede Agung, menilai gagasan untuk asuransi wisatawan asing di masa pandemi itu mungkin saja diwujudkan. Namun, yang mengelola bukan Pemprov Bali, melainkan Perusda Bali sebagai badan usaha. “Kalau secara aturan saya rasa tidak ada masalah. Tapi apakah itu bisa diwujudkan atau tidak, tetap harus ada pembahasan dengan Dewan, dan konsultasi dulu dengan Kementerian Keuangan,” ucap mantan Wakil Bupati dan Bupati Klungkung tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.