Legislatif-Eksekutif Rapat Paripurna Maraton Bahas Sejumlah Ranperda

  • Whatsapp
Pos bali/ist Rapat paripurna terkait dengan penjelasan Bupati terhadap ranperda inisiatif DPRD Jembrana, Senin (21/9).
Pos bali/ist Rapat paripurna terkait dengan penjelasan Bupati terhadap ranperda inisiatif DPRD Jembrana, Senin (21/9).

JEMBRANA – Legislatif dan eksekutif Kabupaten Jembrana menggelar rapat paripurna secara maraton, Senin (21/9). Rapat paripurna yang berlangsung melalui media virtual ini dipimpin Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi.

Pada sesi pertama yang dimulai pukul 09.00 Wita, rapat paripurna mengagendakan penjelasan Bupati Jembrana terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang APBD Tahun Anggaran 2020. Sementara sesi kedua pukul 14.00 Wita mengagendakan pendapat Bupati Jembrana terhadap Ranperda Inisiatif DPRD Jembrana Tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Terkait Ranperda Perubahan APBD Tahun 2020, kelima faksi DPRD menyampaikan pendapat melalui juru bicaranya masing-masing. Dalam penjelasannya, Bupati Jembrana, I Putu Artha, APBD Tahun 2020 sebesar Rp1.235.284.907.117,18 mengalami pengurangan dalam anggaran perubahan. Terjadi pengurangan di semua pos pendapatan seperti pos pendapatan asli daerah (PAD), pos dana perimbangan, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah. Adapun besarannya sebagai berikut:PAD Rp141.545.522.415,49 berkurang Rp14.604.484.890,59 sehingga menjadi Rp126.941.037.524,90; pos untuk dana perimbangan Rp722.190.059.909,00 berkurang Rp92.800.178.104,00 sehingga menjadi Rp629.389.881.805,00; sedangkan pos lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp371.549.324.792,69 berkurang Rp40.680.272.693,95 menjadi Rp330.869.052.098,74.

Sementara itu, rapat paripurna dengan agenda Jawaban Bupati terkait Ranperda tentang Perlindungan dan Pelestarian Ternak Kerbau, Ranperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan. Terkait ranperda inisiatif DPRD ini, Bupati Artha memberikan apresiasi. “Hal ini secara eksplisit menunjukkan bahwa dewan yang terhormat memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan fungsi legislasi yang diembannya sesuai dengan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,”ungkapnya.

Baca juga :  FPTI Kota Denpasar Jaring Atlet Potensial

Dalam rapat paripurna itu, Bupati Artha mengatakan kerbau memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan manusia terutama bagi masyarakat Bali khususnya Kabupaten Jembrana. Selain dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan daging dan membantu manusia dalam melaksanakan berbagai kegiatan seperti mengolah lahan dan mengangkut hasil bumi, kerbau juga dimanfaatkan sebagai sarana upakara/yadnya yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Selain itu, di Kabupaten Jembrana kerbau memiliki nilai yang sangat tinggi karena digunakan untuk atraksi budaya adu balap dengan nama makepung.

Untuk Ranperda tentang Narkotika, menurut Bupati Artha, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat meruntuhkan nilai-nilai budaya bangsa yang akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional. “Di era digital dewasa ini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terjadi dengan lebih mudah dan telah menembus seluruh ruang kehidupan manusia tanpa mengenal batas usia dan waktu,”tegasnya.

Terkait Ranperda tentang Perpustakaan, Bupati Artha dalam jawabannya mengatakan, “Ranperda tentang pengelolaan perpustakaan sangat kita butuhkan untuk mendukung upaya kita bersama dalam menyediakan layanan perpustakaan yang cepat, tepat, dan profesional bagi masyarakat,” pungkasnya. 024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.