Lama Vakum, Kini PS Kaswari Bangkit Bina Pemain Usia Dini

  • Whatsapp
KETUA Umum Askot PSSI Denpasar AA. Ngurah Garga Chandra Gupta (ketiga dari kanan) saat menerima jajaran pengurus PS Kaswari yang dipimpin M. Taufik Hidayat (kedua dari kanan), didampingi Sekretaris Saharudin (kedua dari kiri) dan pengurus lainnya. foto: ist

DENPASAR – Klub atau persatuan sepakbola (PS) Kaswari pernah mewarnai riuh rendah kompetisi internal Perseden Denpasar. Tim dengan julukan si burung ”nazar” ini merupakan tim kebanggaan warga Kampug Jawa (Wanasari) Denpasar.

Kemana pun PS Kaswari bertanding, selalu didampingi suporter setianya yang fanatik. Bahkan, kampung Jawa bisa sepi karena ditinggal warganya, hanya sekadar mensuport tim kesayangannya dalam setiap pertandingan.

Bacaan Lainnya

Tapi itu hanya kenangan manis karena terjadi pada era 90-an. Setelah itu, nama besar PS Kaswari hilang bak ditelan bumi, seiring pelaksanaan kompetisi internal Perseden tidak lagi diputar, terlebih saat Laskar Catur Muka ikut berkompetisi di kasta tertinggi (Divisi Utama) sepakbola Indonesia,

Tapi, sejak kompetisi internal Perseden kembali digulirkan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar di bawah kepemimpinan (ketua umum), AA. Ngurah Garga Chandra Gupta, banyak klub-klub yang ada di ibukota provinsi Bali itu bangkit menata diri. Salah satunya PS Kaswari, klub yang bermarkas di bilangan Jalan A Yani Denpasar.

Dalam dua dekade kepengurusan Askot PSSI sebelumnya, kompetisi internal memang tidak masuk program kerja alias ditiadakan, sehingga secara langsung memutus pembinaan pemain di tingkat bawah.

Baca juga :  Hujan Gerus Jalan Penghubung Dua Desa di Tembuku

Tapi, begitu Chandra Gupta terpilih menahkodai Askot PSSI Denpasar, kompetisi internal langsung masuk agenda utamanya bahkan langsung digulirkan pada tahun pertama kepengurusannya (tahun 2019).

”Kami lebih sudah lama vakum, seiring kompetisi internal juga lama tak diputar. Kini Kaswari era baru siap bangkit dari tidur lamanya,” ujar Ketua Umum PS Kaswari, M. Taufik Hidayat, Kamis (16/12/2021).

Bahkan, kebangkitan PS Kaswari, tidak serta merta hanya fokus menyiapkan tim untuk mengikuti kompetisi internal Perseden. Kaswari juga mengembangkan sayapnya dalam pembinaan pemain usia dini. ”Kami juga melakukan pembinaan usia dini untuk kelompok usia 13 tahun (U13), U15 dan U17,” jelas Taufik, didampingi Sekretris PS Kaswari, Saharudin.

”Ada dua tujuan penting dalam pembinaan usia dini ini yakni; menampung bakat dan minat anak-anak untuk mengasah kemampuan, baik teknik dan skil bermain bola yang benar. Tujuan lainnya mengurangi dampak buruk terhadap penyalahgunaan narkoba yang belakangan ini makin berkembang dan meresahkan masyarakat,” imbuh Taufik.

Kebangkitan Kaswari, lanjutnya, juga digugah oleh program kerja Askot PSSI Denpasar sebagai induk klub-klub sepakbola di Denpasar, yang jelas dan terarah, salah satunya menggulirkan kembali kompetisi internal. ”Karena itu, kami bangkit membentuk pengurus baru, bahkan kami juga mempersiapkan launcing,” kata Taufik.

Taufik dan sejumlah pengurus inti Kaswari mengaku sudah beraudensi dengan Ketua Askot PSSI Denpasar AA. Ngurah Garga Chandra Gupta di kediamannya, Jero Gede Majapahit Pemecutan. Tujuannya mohon arahan sekalian perkenalan pengurus baru.

Baca juga :  Banjir Bandang Terjang Wilayah Pejarakan, Jalur Singaraja-Gilimanuk Sempat Lumpuh 3 Jam

Chandra Gupta membenarkan, sejak dirinya dipercaya memimpin PSSI Denpasar, salah satu program kerjanya yakni menghidupkan kembali kompetisi internal Perseden setiap tahun, bahkan tahun pertama kepengurusannya langsung digelar (2019).

”Tapi, tahun 2020 dan 2021 tidak kita gelar karena pandemi covid-19. Mudah-mudahan 2022 bisa kita putar lagi,” kata pria yang akrab disapa Turah Mantri ini, saat menerima jajaran pengurus Kaswari.

Ia juga menyambut baik kebangkitan Kaswari, dan diharapkan ikut mendukung pembinan yang dilakukan Askot. ”Dulu waktu saya masih aktif main bola, PS Kaswari memang salah satu tim yang disegani, walau dalam setiap laganya terkadang diwarnai baku hantam seperti saat melawan klub saya (Damar Cakti),” kenang Turah Mantri.

Dengan perkembangan sepakbola modern saat ini, pihaknya sangat berharap PS Kaswari di era sekarang ini, bisa meninggalkan image negatif itu karena justru akan merugikan tim dan mencederai nilai-nilai sportifitas.

”Tapi saya yakin dan percaya, tokoh-tokoh pembina PS Kaswari yang terlibat saat ini akan membawa perubahan sesuai tujuan dan misi klub, dimana salah satunya mendukung pembinaan sepakbola Denpasar ke arah lebih maju lagi,” lanjut Turah Mantri yang juga mantan pemain Perseden era 90-an.

Lancarnya seluruh program kerja PSSI Denpasar, tambahnya, juga tak terlepas dari perhatian dan bantuan Pemkot Denpasar dalam hal ini Walikota IGN. Jaya Negara melalui KONI Denpasar, terutama dukungan pendanaan.

Baca juga :  Putu Sugi: Perst Tak Pernah Ajukan Jadi Tuan Rumah Babak 8 Besar Liga 3 Rayon Bali

”Kami di pengurus juga berusaha mengelola dana pemerintah dengan sebaik mungkin, terpenting tepat sasaran demi kemajuan sepakbola Denpasar,” pungkas Turah Mantri. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.