Lagi, Ricuh di Arena Tajen Viral di Medsos

TANGKAPAN layar sebuah video yang diunggah di media daring, memperlihatkan keributan di salah satu arena tajen dan membuat suasana di lokasi mendadak riuh. Foto: ist
TANGKAPAN layar sebuah video yang diunggah di media daring, memperlihatkan keributan di salah satu arena tajen dan membuat suasana di lokasi mendadak riuh. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kericuhan di sebuah arena tajen kini kembali  beredar luas (viral) di media sosial (medsos). Kejadian ini diduga di terjadi di wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli. Informasi yang beredar luas di sosial media, arena tajen tersebut diduga berada di sebuah wantilan yang ada di salah satu desa di Kecamatan  Kintamani, dan terjadi pada Sabtu (15/11/2025).

Sebelumnya, kericuhan berujung pembunuhan juga terjadi di arena tajen di Desa Songan, Kintamani, Bangli.  Pelakunya, I Wayan Luwes alias Mangku Luwes, kini divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim di PN Bangli.

Read More

Kembali ke ricuh yang viral, jajaran Polsek Kintamani dan Polres Bangli kini tengah  mendalami video tersebut. Kepolisian belum berani memberi keterangan terkait kericuhan tersebut. “Kami masih lakukan pendalaman atas video tersebut,” kata Kasihumas Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, Minggu (16/11/2025).

Saat disinggung apakah benar lokasinya di Kintamani, dia enggan memberi jawaban pasti. “Sedang didalami,” jawabnya kembali.

Dalam sebuah video yang diunggah di media daring, memperlihatkan  keributan di salah satu arena tajen dan membuat suasana di lokasi mendadak riuh. Belum diketahui apa yang memicu insiden tersebut, tapi video yang beredar memperlihatkan sejumlah orang tampak saling dorong hingga situasi menjadi tidak terkendali. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab awal terjadinya keributan maupun kondisi pihak yang terlibat. Video tersebut mendapat beragam respons dari warganet yang menyoroti keamanan di arena tajen. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.