POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP PGRI 3 Denpasar menerima kunjungan Tim Posyandu Provinsi Bali dalam rangka verifikasi lapangan Lomba TP Posyandu Pengurangan Sampah Plastik (PSP) dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali pada Rabu (23/9/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian untuk melihat langsung implementasi pengelolaan sampah di lingkungan satuan pendidikan.
Dalam verifikasi tersebut, SMP PGRI 3 Denpasar tampil percaya diri dengan memperlihatkan berbagai praktik baik pengelolaan sampah yang dilaksanakan secara konsisten, inovatif, dan berkelanjutan. Pelaksanaan PSBS di sekolah ini selaras dengan Program Bali Bersih Sampah serta mengacu pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025.
Kebijakan tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Keunggulan lain yang ditampilkan SMP PGRI 3 Denpasar adalah integrasi program PSBS langsung ke dalam kurikulum pembelajaran.
Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd., M.Li., mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di sekolahnya bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari proses pembelajaran harian. Integrasi ini mendukung kebijakan daerah terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.
‘’Melalui pembelajaran kontekstual, peserta didik tidak hanya memahami konsep pengelolaan lingkungan secara teoritis, tetapi juga menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis, sikap tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyikapi persoalan lingkungan,’’ ujar Chandra Widayanti.
Dalam verifikasi lapangan tersebut, SMP PGRI 3 Denpasar juga memamerkan inovasi unggulannya yang bernama Koprefill (Koperasi Refill Ramah Lingkungan). Unit usaha koperasi sekolah ini mengusung sistem penjualan produk cair secara isi ulang (refill) menggunakan wadah yang masih layak pakai.
Mengusung slogan “Isi Ulang, Kurangi Sampah!”, Koprefill tidak hanya menjual produk kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan wadah kewirausahaan bagi para siswa.
Chandra Widayanti menjelaskan, ide kehadiran Koprefill dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan produk cair—seperti pembersih lantai, pembersih kaca, dan sabun cuci tangan—yang umumnya menghasilkan banyak limbah kemasan plastik. Melalui Koprefill, warga sekolah dapat membeli produk cair cukup dengan mengisi ulang wadah lama mereka.
Ia menambahkan, inovasi Koprefill membawa berbagai manfaat di tiga lini utama. Di bidang lingkungan diharapkan dapat mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, membiasakan warga sekolah menggunakan kembali wadah layak pakai, mendorong gaya hidup minim sampah, serta mendukung program sekolah berwawasan lingkungan.
Di bidang ekonomi menambah unit usaha koperasi sekolah, menyediakan produk kebersihan berkualitas dengan harga terjangkau, dan menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Di bidang pendidikan dapat mengenalkan konsep ekonomi sirkular, melatih jiwa kewirausahaan siswa—termasuk keterampilan pelayanan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan stok—serta menghubungkan materi pembelajaran IPA dengan permasalahan lingkungan hidup secara nyata.
‘’Koprefill diharapkan menjadi contoh nyata penerapan prinsip kurangi, gunakan kembali, dan isi ulang (reduce, reuse, refill). Selain mengurangi sampah, inovasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, kewirausahaan, serta manajemen koperasi,” terangnya memungkasi. tra























