Lagi! Pemotor Jatuh di Jalan Tol Tersangkut Benang Layangan

  • Whatsapp
PROSES evakuasi korban pemotor yang terjatuh di jalan tol akibat tersangkut tali layangan, Selasa (6/10/2020). Foto: ist
PROSES evakuasi korban pemotor yang terjatuh di jalan tol akibat tersangkut tali layangan, Selasa (6/10/2020). Foto: ist

MANGUPURA – Bermain layang-layang di masa pandemi Covid-19 menjadi aktivitas yang sering dilakukan masyarakat, karena aktivitas itu dirasa mampu mengusir rasa bosan di tengah situasi saat ini. Sayangnya, kebiasaan tersebut terkadang menjadi musibah, jika hal itu dilakukan tanpa memperhatikan situasi dan kondisi di lapangan.

Seperti yang terjadi Selasa (6/10/2020), seorang pemotor mengalami lecet-lecet karena terjatuh di jalan tol Bali Mandara akibat benang layang-layang yang membentang di tengah jalan.

Bacaan Lainnya

Public Relations & Community Development Senior Officer PT Jasa Marga Bali (JBT), Putu Gandhi Ginantra, dikonfirmasi via telepon menerangkan bahwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Dimana pengendara diketahui identitaanya bernama Wayan Jabut yang merupakan warga Nusa Dua.

Korban saat itu mengendarai sepeda motor matik dengan plat DK 4606 FAN. Saat ia melintas di jalur sepeda motor dari arah pintu masuk tol titik Benoa menuju Nusa Dua, pada km 3,800 ia mengalami hilang kendali akibat kaget adanya benang layang-layang yang membentang di jalan. ‘’Jadi yang bersangkutan kaget melihat adanya  benang layang-layang yang membentang di jalan. Korban mengalami luka lecet-lecet dan sudah dibawa ke RS Surya Husada Nusa Dua untuk mendapatkan penanganan,’’ terangnya.

Baca juga :  Koalisi PKS-PDIP di Mataram Cuma Tebar Pesona

Beruntung saat kejadian kondisi lalulintas di lokasi tidak terlalu ramai. Sehingga pengendara yang berada di belakangnya langsung bisa menghindar dan memberikan pertolongan kepada korban yang terjatuh. Berselang beberapa menit setelah kejadian petugas tol kemudian mendatangi lokasi kejadian dan memberikan pertolongan awal kepada korban.

Kejadian tersebut diakuinya bukanlah hal yang pertama kali terjadi di jalan tol Bali Mandara. Sebab sebelumnya hal serupa juga beberapa kali terjadi, bahkan layang-layang berukuran besar juga sempat tersangkut dan akhirnya diturunkan oleh petugas tol.

Atas hal tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati menaikan layangan, dengan tetap memperhatikan kondisi wilayah di sekitar. Hal itu demi keselamatan dan kenyamanan bersama. ‘’Kami harap jangan sampai ada masyarakat menaikan layanan di sekitaran jalan tol, bandara maupun dekat dengan gardu listrik, sebab fasilitas itu sangat vital keberadaannya,’’ imbaunya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.