KUA-PPAS APBD 2022 Sepakati PAD Klungkung Rp232 Miliar Lebih

  • Whatsapp
KETUA DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 di Ruang Sabha Nawa Natya, Kantor DPRD Klungkung, Senin (23/8/2021). Foto: ist
KETUA DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 di Ruang Sabha Nawa Natya, Kantor DPRD Klungkung, Senin (23/8/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – KUA dan PPAS APBD Tahun 2022  Kabupaten Klungkung disepakati dengan rincian Pendapatan Daerah senilai Rp1,1 triliun lebih. Hal itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp232 miliar lebih, Pendapatan Transfer Rp887 miliar lebih, dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah senilai Rp23 miliar lebih.

Hal itu merupakan salah satu hasil rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 yang dipimpin Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, bersama Wakil Ketua Tjokorda Gede Agung, dihadiri anggota DPRD Klungkung dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dengan penerapan protokol kesehatan ketat di ruang Sabha Nawa Natya, Kantor DPRD Klungkung, Senin (23/8/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati menyebut untuk Belanja Daerah disepakati Rp1,2 triliun lebih terdiri dari Belanja Operasi Rp990 miliar lebih, Belanja Modal Rp130 miliar lebih, Belanja Tidak Terduga Rp20 miliar lebih, dan Belanja Transfer senilai Rp122 miliar lebih. Untuk Pembiayaan Daerah, sebutnya, terdiri dari Penerimaan Pembiayaan senilai Rp121 miliar lebih, dan Pengeluaran Pembiayaan tidak dianggarkan.

“Dalam gambaran umum KUA PPAS Tahun Anggaran 2022, perlu kita cermati bersama bahwa target penerimaan pembiayaan sebesar 121 miliar rupiah lebih tidak realistis. Penerimaan pembiayaan ini bersumber dari perkiraan penerimaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran Tahun 2021. Dengan kondisi keuangan daerah tahun 2021 seperti ini, kami meyakini target penerimaan Silpa tersebut tidak akan tercapai,” kata Bupati.

Baca juga :  Wisatawan Lokal Dibuka, Pesanan Akomodasi Mulai Muncul

“Pencantuman Silpa sebesar itu semata-mata untuk menutupi defisit akibat kebutuhan belanja yang harus dibiayai jauh lebih besar, dibandingkan dengan target pendapatan daerah yang direncanakan. Kami berharap pagu definitif pendapatan transfer yang bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat, dan pendapatan transfer antardaerah, bisa lebih besar dibanding yang kita rencanakan saat ini. Nantinya, kenaikan pendapatan ini akan digunakan untuk menurunkan rencana penerimaan Silpa, sehingga bisa lebih realistis,” tandasnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.