Bupati Sebut Tahun 2022 Kebijakan Pemberian TPP ASN Tetap Dipertahankan

  • Whatsapp
SUASANA rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 di Ruang Sabha Nawa Natya, Senin (23/8/2021). Foto: ist
SUASANA rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 di Ruang Sabha Nawa Natya, Senin (23/8/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, bersama Wakil Ketua Tjokorda Gede Agung memimpin rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Anggaran Tahun Induk 2022 di Ruang Sabha Nawa Natya, Kantor DPRD Klungkung, Senin (23/8/2021). Rapat dihadiri anggota DPRD Klungkung dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Dalam rapat yang juga disiarkan secara virtual tersebut, tercatat pimpinan dan anggota DPRD Klungkung mendengar sambutan Bupati yang menyatakan Belanja Daerah pada Tahun 2022 diprioritaskan untuk pemenuhan belanja yang bersifat wajib, dan belanja yang bersifat mengikat. Belanja yang bersifat wajib, jelas Bupati, disediakan dalam upaya pemenuhan standar pelayanan minimal dan pemenuhan mandatory spending (belanja wajib). “Belanja yang bersifat mengikat adalah belanja yang dibutuhkan secara terus menerus, dan harus dialokasikan oleh pemerintah daerah dengan jumlah yang cukup untuk keperluan setiap bulan dalam tahun anggaran berkenaan, seperti belanja pegawai, dan belanja barang dan jasa,” jelas Bupati.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut disebutkannya, belanja untuk penanganan Covid-19 tahun 2022 juga menjadi prioritas. Sebab, tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir atau justru meningkat kembali. Untuk itu, perlu mencadangkan anggaran untuk penanganannya.

Baca juga :  Ikan Raksasa Aneh Ditemukan Terdampar di Pantai Tianyar Karangasem

Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran Nomor 910/4350/SJ tentang Kebijakan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, khususnya di angka 6, kata Bupati, mengamanatkan agar pemerintah daerah menambahkan alokasi Belanja Tidak Terduga dalam APBD 2022 sebesar 5 persen sampai dengan 10 persen dari APBD TA 2021.

Hasil koordinasi dengan Pemprov Bali, sebutnya, besaran alokasi Belanja Tidak Terduga sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran tersebut adalah sebesar alokasi Belanja Tidak Terduga Tahun Anggaran 2021, ditambahkan 5 sampai dengan 10 persen. Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, dia memutuskan alokasi Belanja Tidak Terduga 2022 hanya ditambahkan sebesar 5 persen dari alokasi Belanja Tidak Terduga 2021.

Dalam upaya percepatan reformasi birokrasi, sambungnya, pada tahun 2022 kebijakan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN tetap dipertahankan. Namun, alokasi anggaran TPP ini turun cukup signifikan dari Rp130 miliar lebih pada 2021 menjadi hanya Rp84 miliar lebih pada 2022, atau turun 35 persen. “Sesuai Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, kami mohonkan persetujuan DPRD atas kebijakan pemberian TPP ini dalam pembahasan rancangan APBD Tahun Anggaran 2022,” pinta Bupati.

Lebih jauh disampaikan, tahun 2022 Pemkab juga mengalokasikan belanja pegawai untuk calon ASN yang proses seleksinya dilaksanakan tahun ini, dan asumsi adanya kenaikan gaji pokok PNS sebesar 5 persen. Namun, mengacu pidato Presiden Pengantar RAPBD Tahun Anggaran 2022, kenaikan gaji pokok ini akan dibatalkan setelah menerima informasi pagu transfer dari pemerintah pusat.

Baca juga :  Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Buleleng Capai 91,2 Persen

Seiring dengan penerapan TPP bagi ASN, jelasnya, kebijakan pemberian honorarium pada tahun 2022 masih sama seperti pada tahun 2021. Belanja honorarium, baik yang tercantum dalam jenis belanja pegawai maupun jenis belanja barang dan jasa, hanya diberikan kepada non-ASN yang keberadaannya memiliki peran dalam pencapaian sasaran program, kegiatan dan subkegiatan perangkat daerah. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.