Kritik Kostum Jas Pengurus KONI Bali Saat Pelantikan, Gubernur Koster : Sebaiknya Pakai Produk Lokal Bali

JAJARAN Pengurus KONI Bali periode 2022-2026 saat acara pelantikan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur, kawasan Renon, Denpasar, Jumat (3/6/2022). foto: ist

DENPASAR – Saat acara pelantikan, Jumat (3/6/2022) di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur, kawasan Renon, Denpasar, semua pengurus KONI Bali periode 2022- 2026 menggunakan jas biru,baju putih lengkap dengan dasi.

Di sela-sela pidato Gubernur Bali saat pelantikan tersebut, Wayan Koster dengan “setengah guyon” mengritik seragam KONI menggunakan jas dari kain.

Read More

“Kalau acara internasional di Nusa Dua, bolehlah pakai jas dengan dasi. Tetapi karena acara ini sifatnya internal, apa tidak sebaiknya seragamnya menggunakan produk lokal Bali, seperti endek misalnya,” demikian antara lain kata Gubernur yang dalam penampilan tersebut menggunakan baju kain endek, disambut senyum sejumlah undangan.

Sebagaimana diketahui, sejak menjadi Gubenur 4 tahun lalu, Koster dikenal membuat sejumlah regulasi supaya masyarakat Bali mecintai produksi pengerajin lokal.

Semua kalangan, baik PNS maupun pegawai swasta diwajibkan menggunakan endek Bali setiap hari Selasa. Selain itu memanfaatkan arak hasil petani Bali untuk di hotel-hotel, dan menggunakan garam produksi petani Bali untuk konsumsi sehari-hari.

Dalam kesempatan bertemu dengan jajaran insan olahraga tersebut, Koster pun mengharapkan supaya menghargai produksi pengerajin Bali. Antara lain memanfaatkan kain endek untuk kepentingan formal maupun tidak formal.

Sebelumnya Gubernur Koster minta pengurus KONI bekerja keras meningkatkan prestasi olahraga Bali. Dalam tahun mendatang pemerintah Bali akan mulai memikirkan pembangunan prasarana olahraga. Bahkan gubernur asal desa Sembiran Buleleng itu berjanji akan membangun stadion bertaraf internasional di Bali.

Ia mengatakan, selama ini ia memfokuskan pembangunan infrastruktur dan pengembangan budaya Bali di kalangan masyarakat. Selanjutnya akan mulai memikirkan pembangunan sarana dan prasarana olahraga.

Gubernur yang juga dikenal sebagai Ketua PDI Perjuangan Bali itu mengharapkan, sebagai pemimpin olahraga harus kerja, kerja dan kerja. Tidak boleh membawa politik ke olahraga. Apa pun aliran politik seseorang pengurus, tugasnya adalah memajukan olahraga di Bali, sehingga tetap dapat posisi rangking 5 dalam PON Sumut dan Aceh tahun 2024.

“Kalau tidak mencapai target itu, Anda harus malu dengan Ketua KONI sebelumnya, yang kebetulan dijabat Ketut Suwandi,” kata Koster disambut gerrr…. undangan dalam acara pelantikan tersebut.

Sebelumnya memberikan sambutan, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang memuji prestasi olahraga Bali dalam PON Papua tahun 2021 lalu.

Ia mengatakan, Bali selalu menjadi impian pimpinan olahraga di Indonesia. Bahkan akhir tahun ini akan diadakan perlombaan E-Sport internasional di Bali. Menurutnya, Bali selalu memiliki daya tarik tersendiri dalam berbagai event olahraga baik tingkat nasional maupun internasional. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.