KPU Diminta Perhatikan Hak Pilih Pensiunan TNI/Polri

  • Whatsapp
RAPAT pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di KPU Denpasar, Senin (29/3/2021). KPU diminta memperhatikan data pensiunan TNI dan Polri, karena para pensiunan memiliki hak pilih dalam Pemilu 2024. Foto: hen
RAPAT pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di KPU Denpasar, Senin (29/3/2021). KPU diminta memperhatikan data pensiunan TNI dan Polri, karena para pensiunan memiliki hak pilih dalam Pemilu 2024. Foto: hen

DENPASAR – Ketika menjadi anggota TNI dan Polri, hak politik seseorang otomatis hilang. Hak memilih dan dipilih itu akan kembali ketika mereka purnatugas atau pensiun dari dua institusi tersebut. KPU diminta memperhatikan hak politik para pensiunan tersebut. Permintaan itu disampaikan Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol Gede Sumena, saat rapat koordinasi pemutahiran data pemilih berkelanjutan di KPU Denpasar, Senin (29/3/2021).

Dia menguraikan, pada akhir Maret ini akan ada 54 anggota Polresta yang pensiun. Pada saat itu mereka memiliki hak politik yang sama dengan warga sipil lainnya. Polresta juga akan merilis pemutakhiran data setiap tiga bulan.

Bacaan Lainnya

“Polri berkepentingan dengan data yang valid, karena itu  berkorelasi dengan keamanan dan kelancaran pemilihan. Apalagi data valid itu sangat krusial saat proses pemungutan dan penghitungan suara. Kami harap data agar valid, faktual dan tidak tercecer,” pesannya.

Pernyataan senada diutarakan Mayor Inf. Made Arta, perwakilan dari Kodim 1611/Badung. Dia berjanji akan mengkoordinasikan data personel TNI yang pensiun, karena berkaitan dengan hak pilih mereka. “Kami akan sampaikan hasil rapat ini dengan personalia, juga untuk kerjasama dalam memvalidkan data pemilih,” ucapnya.

Putra Wiratma dari Bawaslu Denpasar menambahkan, pemutakhiran data sudah direncanakan dan dalam setiap prosesnya selalu berdampingan antara KPU dan Bawaslu. Dia sepakat data pemilih paling penting dalam pemilu, karena masalah utama juga acapkali berasal dari data pemilih. “Kami harap tidak ada atau minimal terjadi masalah data pemilih di Pemilu 2024 nanti,” pintanya.

Baca juga :  Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Bali justru Pecah Rekor Harian Pasien Sembuh

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, selain mengucap terima kasih, juga mengharap sinergitas keberlanjutan pemutakhiran data pemilih ini. “Ini pekerjaan jangka panjang, dan penyelesaiannya butuh uluran tangan semua pihak. Sebagian sukses KPU ini tidak lepas dari Bawaslu sebagai pengawas,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.