DPRD Badung Tambah Kursi, Bawaslu Badung Jamin Kawal Validitas Data

  • Whatsapp
ALIT Astasoma (tengah) dalam satu kegiatan Bawaslu Badung di Kuta beberapa waktu lalu
ALIT Astasoma (tengah) dalam satu kegiatan Bawaslu Badung di Kuta beberapa waktu lalu

DENPASAR – Adanya penambahan kursi DPRD Badung dari 40 menjadi 45 kursi mendapat perhatian Bawaslu Badung. Karena landasan utama penambahan kuota kursi dari penambahan jumlah penduduk, maka validitas data kependudukan tersebut wajib dipastikan. Hal tersebut dilontarkan Ketua Bawaslu Badung, Ketut Alit Astasoma, Senin (28/3/2021).

Menurutnya, UU Pemilu sudah mengatur mekanisme normatif penambahan kursi tersebut dengan melihat rentang jumlah penduduk di kabupaten/kota. Berhubung data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung menyebut jumlah penduduk Badung saat ini 507.418, (masuk rentang 500 ribu sampai 1 juta jiwa) maka konsekuensinya jumlah perwakilan legislatornya menjadi 45 orang. “Persoalannya sekarang adalah bagaimana validitas data jumlah penduduk itu? Harus benar-benar mengacu data faktual, dan Bawaslu akan mengawal soal ini,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Bagi Astasoma, persoalan data penduduk yang juga akan menjadi dasar penetapan jumlah pemilih, dapat menjadi pangkal persoalan politik yang sensitif. Alasannya, karena parpol sangat berkepentingan dengan data pemilih, termasuk untuk menentukan jumlah kursi di legislatif. Memastikan sinkronisasi dan validitas data, dia menyarankan KPU Badung berkoordinasi dengan Disdukcapil Badung.

“Itu baru soal jumlah penduduk, nanti lanjutannya kan pembuatan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Makanya harus dipastikan betul validitas datanya, dan kami siap mengawal itu,” tegas Astasoma.

Baca juga :  Kasus Kerumunan di Kampung Jawa Akhirnya Diberi Sanksi Teguran Tertulis Sesuai Perwali

Lebih jauh diuraikan, Bawaslu mengawal pemutakhiran data pemilih berkelanjutan itu karena setiap hari ada penambahan warga yang memenuhi syarat menjadi pemilih. Bawaslu juga memiliki agenda baru terkait pemilih pemula di jenjang SMA sebagai sasaran strategis. Bagi pelajar yang sudah berusia 17 tahun, Bawaslu minta Disdukcapil untuk merekam datanya dan mengeluarkan KTP.

“Ini kegiatan baru bagi Bawaslu, kalau Pemilu 2019 sebelumnya tidak begini karena kami masih berbentuk badan adhoc. Kami akan merilis perkembangannya setiap bulan. Jadi, sebenarnya Disdukcapil syukur ini, karena (pendataan jumlah penduduk) ada tambahan tenaga pendukung dari KPU dan Bawaslu,” kelakarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Badung akan makin “gemuk” karena ada penambahan dari 40 menjadi 45 kursi. Data terbaru jumlah penduduk Badung, sebagai basis penambahan jumlah kursi itu, diungkapkan Kepala Disdukcapil Badung, AA Arimbawa, saat rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih di KPU Badung, Jumat (26/3/2021). hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.