Koster Siap Lanjutkan Kepemimpinan Dua Periode

GUBERNUR Koster bersama Wagub Cok Ace foto bersama dengan Kepala OPD Pemprov Bali dan jajarannya di di ruang Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Kamis (12/1/2023). Foto: ist

“Karena tugas masih banyak maka perlu dilanjutkan di tahun 2023 ini. Bahkan saya akan mencalonkan diri untuk periode kedua, sehingga sejumlah masalah yang perlu diselesaikan dapat tuntas demi kepentingan anak cucu kita ke depan,”

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, pada September 2023 ini akan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Bali selama lima tahun bersama Wakilnya Cok Ace. Koster menyatakan siap melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua (2024 – 2029) untuk menuntaskan program-program yang sudah dirintisnya dengan baik.

Read More

Setelah selama 4 tahun lebih menjalankan tugas-tugas Gubernur Bali, ia menyatakan kekurangan waktu untuk membangun Bali. Selama sehari, ia mengaku bekerja 12 jam, selama seminggu tujuh hari bekerja siang malam. Selama sebulan 30 hari bekerja penuh. Bahkan hampir menjelang 5 tahun bekerja, masih juga kekurangan waktu, dalam menyelesaikan apa yang menjadi harapan dalam membangun Bali.

“Untuk itu, saya siap mencalonkan diri lagi untuk periode kedua, sehingga sejumlah program lain dapat dilanjutkan. Modalnya adalah, apa yang kami kerjakan selama ini—sudah berjalan baik, dan diterima masyarakat Bali,” kata Gubernur Koster saat menjelaskan ulang visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, di hadapan jajaran Birokrasi Pemprov Bali yang dipimpinnya selama ini.

Dalam pemaparan Kamis (12/1/2023) di ruang Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar tersebut hadir Wakil Gubernur Cok Ace; Sekda Bali Dewa Indra dan semua Perangkat Daerah beserta jajaran staf mereka.

Gubernur Koster mengatakan, banyak hal perlu dilanjutkan untuk membangun Bali. Dalam tahun 2023 ini, program akan diutamakan membangun ekonomi Bali dan membina SDM (sumber daya manusia) Bali yang unggul menghadapi kemajuan teknologi informasi di dunia global.

Dalam empat tahun ini, Koster sudah membuat 44 tonggak peradaban sebagai penanda Bali Era Baru. Sebanyak 44 tonggak itu adalah berupa regulasi seperti Perda, Pergub dan Surat Edaran sebagai landasan kerja dalam melaksanakan program.

Koster asal Desa Sembiran Buleleng itu mengatakan, perangkat organisasinya sudah bekerja dengan baik. Namun ada juga yang belum baik, sehingga mendapat nilai C. Hanya beberapa Organisasi Perangkat Daerah mendapat nilai A++ (A plus plus), selebihnya A+ dan B. Sejumlah perangkat daerah mendapat nilai C. Namun secara umum semuanya sudah kategori baik.

“Karena tugas masih banyak maka perlu dilanjutkan di tahun 2023 ini. Bahkan saya akan mencalonkan diri untuk periode kedua, sehingga sejumlah masalah yang perlu diselesaikan dapat tuntas demi kepentingan anak cucu kita ke depan,” kata Koster dengan lugas disambut tepuk tangan staf yang hadir.

Gubernur Koster mengatakan, ia sudah merasa bekerja dengan baik, lurus dan lascarya. Sebab jika kita bekerja baik, maka baiklah hasil yang ditemui. Banyak pembangunan fundamental dan monumental dapat diselesaikan, justru saat Covid-19 melanda Indonesia termasuk Bali.

Pembangunan itu berupa penataan di area suci Pura Besakih, pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida, Nusa Ceningan, melanjutkan Shortcut Mengwi-Singaraja, pembangunan Pusat Kebudayaan Klungkung, pembangunan Tower Turyapada di Buleleng, mulai pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, dan memberi perhatian penuh kepada keberadaan Desa Adat di Bali sebagai benteng adat, tradisi dan agama.

Ia merasa bangga, sebab pembangunan proyek besar selama Covid-19 melanda bisa tetap berjalan lancar. “Saya kira tidak ada hal itu terjadi di daerah lain kecuali di Bali,” kata Koster sambil tersenyum.

Modal kerja keras dengan hasil yang dianggap sangat baik selama periode pertama akan dipakai modal untuk melanjutkan kepemimpinan periode kedua. Ia berjanji akan terus bekerja keras dengan komitmen yang tinggi sekala dan niskala. Koster malah dengan guyon mengatakan, ia ingin mati kelak dengan berbuat jalan yang baik.

Sebelumnya dengan latar belakang dosen, Koster memberikan pekerjaan rumah kepada perangkat daerah apa yang harus dikerjakan di tahun 2023, sebelum mengakhiri tugas sebagai Gubernur di periode pertama ini. Juga Gubernur memberikan nilai-nilai seperti raport kepada semua jajaran selama 4 tahun kepemimpinannya bersama Cok Ace.

Selama dua jam memberikan pemaparan tersebut Gubernur Koster kelihatan sumringah dan banyak senyum. Kini ia mendaku merasa sudah lebih bijak, sebab selama ini ejekan, bulian di media sosial, bahkan juga cacian dalam menjalankan tugas diterima sebagai bahan masukan. Di balik itu banyak juga yang memuji karena keberhasilan membangun sejumlah program yang sangat besar nilainya bagi Bali ke depan. nar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.